BANDA ACEH - Taman Ratu Safiatuddin tampak ramai sejak pukul 20.00 WIB, Sabut, 24 September 2016, malam. Kaum muda berkumpul di lapangan yang kerap menjadi…
BANDA ACEH – Taman Ratu Safiatuddin tampak ramai sejak pukul 20.00 WIB, Sabut, 24 September 2016, malam. Kaum muda berkumpul di lapangan yang kerap menjadi tempat perhelatan acara besar tersebut.
Para pengunjung tampak akrab. Sesekali ucapan dalam bahasa Gayo terdengar silih berganti. Satu sama lain di antara para pengunjung bertegur sapa bak kawan lama yang baru saja bertemu kembali.
Panggung utama ditata elegan dengan tulisan Silaturahmi Budaya Masyarakat Gayo Alas menjadi latar. Di sudut latar tersebut ada sebuah foto Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengenakan baju putih. Gambar itu tertempel apik dan juga menjadi latar panggung.
Malam ini di tempat tersebut sedang berlangsung acara silaturahmi masyarakat Gayo Alas. Lapangan tengah Taman Ratu Saffiatuddin telah menjadi lautan manusia. Penjual jagung rebus dan jajanan lainnya ikut meramaikan acara itu.
Kilatan lampu-lampu dari panggung berpendar ke langit. Sesekali mengarah ke arah penonton. Seorang penyanyi laki-laki bernyanyi santai di tengah panggung. Pemandangan yang biasa dalam setiap acara pertunjukan budaya.
Namun, bukan hanya penampilan artis atau kilatan cahaya yang hadir di lapangan Ratu Safiatuddin. Ada nuansa lain yang juga menyita perhatian. Itu adalah potret gubernur dengan pakaian kebesarannya yang terpampang dimana-mana.
Mulai di samping Masjid Al-Makmur Lamprit menuju Taman Ratu Safiatuddin, potret tersebut terpampang hampir di semua tiang listrik. Gambar gubernur terlihat apik diterangi lampu neon jalan.
Di bagian atas setiap banner ada lambang Pemerintah Aceh. Foto gubernur di setiap sudut jalan mungkin mewakili Pemerintah Aceh.
Acara silaturahmi itu juga dijaga aparat keamanan. Ada yang memakai seragam lengkap, ada pula hanya mengenakan pakaian dinas biasa tanpa rompi. Tak hanya personel berseragam coklat polisi yang terlihat, ada juga seragam loreng.
Namun tampaknya personel aparat keamanan itu kalah banyak dengan jumlah gambar gubernur Aceh yang terpampang setiap sudut lokasi acara itu. Sedangkan gambar Wakil Gubernur Aceh nihil.[]