TERKINI
NEWS

Ketika Danrem Lilawangsa, Dandim dan Kapolres Aceh Utara ke Makam Cut Meutia

LHOKSEUMAWE - Komandan Korem 011 Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono bersama Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto meninjau sekaligus berziarah ke…

HENDRIK MEUKEK Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.4K×

LHOKSEUMAWE – Komandan Korem 011 Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono bersama Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto meninjau sekaligus berziarah ke makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia di kawasan Gunong Lipeh, Gampong Alue Karieng, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Kamis, 2 November 2017.

Dalam rombongan tersebut juga ikut Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata (Untung Sangaji), Kabag Sumda Polres Aceh Utara Kompol Gusnadi dan seorang warga penjaga makam. Jalan yang rusak, dipenuhi semak belukar serta menanjak membuat Danrem dan rombongan terpaksa mengendarai motor trail untuk mencapai tujuan.

“Kami sampai di ujung kampung  sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian menempuh perjalanan dengan motor trail sejauh 30 kilometer dengan kondisi (medan) becek dan menanjak, memang treknya luar biasa memeras tenaga,” ujar Dandim Fadjar kepada portalsatu.com, Jumat, 3 November 2017.

Dandim menjelaskan, jalur itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itupun jenis trail, atau berjalan kaki. Sedangkan dengan  mobil butuh jenis offroad yang sudah dimodifikasi khusus trek-trek berbahaya.

Menurut Fadjar, selain untuk berziarah, Danrem Lilawangsa Agus Firman Yusmono bersama rombongan juga ingin melihat langsung kondisi kekinian makam  pahlawan  yang ada di ujung perbukitan di kaki Gunung Geureudong dan di hulu Krueng Keureuto itu. Sekaligus kunjungan itu dijadikan momen tepat menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November mendatang.

“Kondisi makam baik, fasilitasnya juga lengkap ada balai-balai untuk istirahat. Hanya saja kurang terawatt, kata warga, faktor jauh dan sulit ditempuh. Jadi hanya seminggu sekali dibersihkan,” ujar Dandim.

Seusai berdoa bersama, rombongan Danrem meninggalkan lokasi makam sekitar pukul 16.00 WIB dan sampai di desa terdekat sekitar pukul 21.00 WIB.

“Kami turun dari jalan program TMMD beberapa tahun lalu, kondisinya tak kalah berat, dengan jalur saat naik. Berlubang dipenuhi aliran air. Alhamdulillah perjalanan kami menyenangkan walau berat dan pengalaman luar biasa bisa berziarah ke makam pahlawan asal Aceh Utara Cut Meutia,” kata Dandim.

Dandim berharap, ada perhatian dari pemerintah terkait akses jalan ke makam pahlawan itu. Sehingga ke depan situs makam bersejarah itu benar-benar bisa diakses oleh warga yang ingin berziarah.[]

HENDRIK MEUKEK
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar