AIR mata perempuan tua itu sepertinya tidak bisa dibendung kala mengetahui mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bertandang ke rumahnya. Seluruh tubuhnya gemetaran. Dia terbata-bata.
Namanya Raisah. Dia merupakan penduduk Desa Sangga Beru Silulisan. Gampong yang berada di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil tersebut masuk dalam kategori daerah pedalaman. Saat konflik mendera Aceh, beberapa pria di sana bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Salah satunya adalah Ismail, suami Raisah yang hingga kini menghilang entah kemana.
Rabu, 18 Januari 2017. Syahrial atau dikenal dengan nama Teungku Di Mata Uroe menjenguk Raisah di rumahnya. Syahrial merupakan mantan kombatan GAM yang pernah bertugas di Wilayah Lhok Tapak Tuan. Artinya, Syahrial merupakan teman seperjuangan Ismail sang suami Raisah.
Pria yang kini menjabat Koordinator Wilayah Wareeh Mualem tersebut mendengar adanya salah satu anggota keluarga GAM di Desa Sangga Beru. Hal inilah yang membuatnya datang menjumpai Raisah.
Raisah yang mengetahui tamu tersebut adalah mantan kombatan GAM langsung menanyakan dimana kuburan suaminya. “Apakah ada yang tahu?”
Pertanyaan itu tentu saja tidak bisa dijawab Syahrial. Pasalnya Ismail merupakan anggota GAM yang tertangkap pada tahun 2000.
Raisah menceritakan bagaimana saat itu aparat hukum mendatangi rumahnya. Mereka mencari Ismail dan mengancam akan membawa serta salah satu anaknya untuk dijadikan sebagai tukang masak.
“Ni adekmu? Iya. Kau namanya siapa? Sadariah, oh namamu hebat ya? Aku ingat tu, meski tahun 2000 kejadian. Ini nama adekmu siapa? Ida Laila. Wah nama penyanyi ya, kami bawa ini adekmu. Tukang masak kami, untuk makanan kami. Nanti kalau adekmu kami bawa ke markas kami, pak Ismail kan keluar,” kata Sadariah, anak Raisah menceritakan kejadian yang dialaminya saat personel keamanan mencari Ismail ke rumahnya.