TERKINI
HEALTH

Kejujuran Membawa Nikmat

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Baik, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba yang istiqamah di jalan-Nya Shalawat dan salam semoga selalu…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 830×

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Baik, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba yang istiqamah di jalan-Nya Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Saw bersabda, “Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Saudaraku, orang yang sukses sejati pasti dia meraih kesuksesannya dengan kejujuran. Kejujuran itu menenangkan hati dan mendatangkan kenikmatan pada pelakunya. Bahkan, meski tidak ada secuil dari kemewahan dunia ini yang ia dapatkan, tetapi ia istiqamah dalam kejujuran, maka niscaya ia hidup dalam kenikmatan.

Seorang koruptor meski sangat besar uang yang ia dapatkan dari perbuatan kotornya, tetapi ia tidak mendapat ketenangan. Sebagian uangnya ia belikan rumah mewah tidak atas nama dirinya melainkan atas nama orang lain. Mengapa? Karena ia takut terjerat hukum. Sebagian lagi dari uangnya ia belikan tanah yang luas, tetapi tidak pernah ia kunjungi. Mengapa? Karena takut ketahuan oleh orang lain. Begitu seterusnya, orang yang tidak jujur tidak bisa menikmati hidupnya meskipun ia memiliki banyak kemewahan dunia.

Kejujuran itu disukai oleh siapapun. Misal, kita belanja ke sebuah toko yang pedagangnya seorang Muslim tapi tidak jujur. Kemudian, kita juga belanja ke toko yang pedagangnya seorang non-Muslim tapi jujur. Secara manusiawi kita akan menyukai berbelanja ke toko yang kedua.

Sebenarnya kita sangat ingin berbelanja ke toko yang pertama karena akidahnya, tetapi orang Islam jika tidak memiliki kejujuran maka ia tidak memiliki keimanan. Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki keimanan kuat kepada Allah Swt.

Orang yang jujur itu akan mujur. Orang yang mujur akan makmur. Orang yang tidak jujur akan babak belur lalu hancur.

Saudaraku, kita jujur bukan agar disukai orang lain, bukan agar dikagumi atasan, bukan untuk mendapat keuntungan sesaat. Kita jujur adalah karena menaati Allah Swt, karena yakin Allah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Semoga kia termasuk orang-orang yang jujur. Aamiin yaa Rabbalaalamiin.[] (Sumber: KH Abdullah Gymnastiar/smstauhiid/mozaik.inilah.com)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar