TERKINI
NEWS

Kata Umat Budha Takengon Terkait Konflik di Rakhine

TAKENGON - Umat Budha di Takengon, Aceh Tengah, mengutuk invasi militer Myanmar di Rakhine yang mengakibatkan sejumlah nyawa melayang. Mereka menilai, penyelesaian konflik dengan cara kekerasan…

DATUK HARIS MOLANA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 534×

TAKENGON – Umat Budha di Takengon, Aceh Tengah, mengutuk invasi militer Myanmar di Rakhine yang mengakibatkan sejumlah nyawa melayang. Mereka menilai, penyelesaian konflik dengan cara kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya menjadi konflik berkepanjangan hingga menimbulkan korban jiwa.

Umat Budha di Takengon juga berharap konflik di Rakhine bagian utara Myanmar segera berakhir. Pasalnya, akibat konflik itu telah menimbulkan keresahan publik dan berimbas besar di Indonesia, baik dari sisi ekonomi, politik bahkan keamanan.

“Tidak ada satu agama pun yang melegalkan kekerasan, begitupun agaman Budha. Di agama Budha juga dikenal cinta kasih, jadi kalau sudah ada kekerasan, itu bukan agama Budha lagi,” kata penyuluh Agama Budha non-PNS, Edy Kuswoyo, didampingi Sekretaris Yayasan Maitri Dipa (Vihara Budha Takengon) Aceh Tengah, Karman Fudji, saat dijumpai wartawan di Takengon, Rabu, 6 September 2017.

Ia menilai, konflik di Rakhine bukan gesekan antara umat beragama melainkan bentuk invasi militer Myanmar semata. Pasalnya, umat Budha dan Hindu yang bermukim di Rakhine juga menjadi korban dari serangan brutal militer Myanmar.

Edy bahkan mengatakan akibat serangan militer Myanmar, sejumlah umat Budha dan Hindu yang tinggal di Rakhine juga kehilangan nyawa. Ada juga di antaranya yang mengungsi ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri.

“Ini menjadi bukti bahwa konflik di Rakhine, bukan gesekan antar umat beragama. Dan penting untuk diketahui juga, korban dari invasi militer Myanmar itu, tidak seperti diberitakan media hingga ribuan, hanya ratusan saja,” ujarnya.

Ia menilai, konflik Rakhine berawal dari legalitas kependudukan dan sosial politik yang terjadi di bagian utara Myanmar. Situasi semakin diperparah saat kelompok radikal di daerah itu menyerang pos polisi dan militer Myanmar.

“Kemudian militer menyerang penduduk di Rakhine secara membabibuta. Namun apapun landasannya, kita tetap mengutuk serangan itu, kita minta pemerintah Myanmar segera menyelesaikan konflik ini secara damai,” kata Edy Kuswoyo.[]

DATUK HARIS MOLANA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar