TERKINI
NEWS

Kata Pewaris Raja Terkait Bendera Aceh

BANDA ACEH - Pewaris Raja Negeri Daya, Tuanku Raja Saifullah Alaidin Riayat Syah, berharap pemimpin Aceh yang baru mampu menyingkirkan perbedaan dan bekerja keras membangun…

MURDANI ABDULLAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

BANDA ACEH – Pewaris Raja Negeri Daya, Tuanku Raja Saifullah Alaidin Riayat Syah, berharap pemimpin Aceh yang baru mampu menyingkirkan perbedaan dan bekerja keras membangun daerah. “Bersatu dalam satu wadah, yaitu Aceh,” kata Tuanku Raja Saifullah, beberapa hari lalu dalam diskusi ringan bersama portalsatu.com di Banda Aceh, Minggu, 9 Juli 2017.

Dia juga berharap Irwandi-Nova mampu meluruskan dan melaksanakan amanah rakyat yang tercantum dalam MoU Helsinki. “Baik menyangkut dengan lambang bendera Aceh, maupun yang menyangkut hak-hak Aceh dari perjanjian dengan Republik Indonesia,” ujarnya.

Meskipun demikian, Tuanku Raja Saifullah mengakui perjanjian Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia tersebut dilakukan melalui musyawarah. Artinya, kata dia, setiap musyawarah itu ada yang kesepakatannya maju dua langkah, tetapi ada juga yang mundur dua langkah. “Ada yang mengusulkan, ada yang menolak,” katanya.

Demikian pula dengan isi MoU Helsinki yang tidak memuaskan semua pihak. Dengan kata lain, menurutnya, ada yang harus mengalah demi untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Salah satunya seperti Qanun Bendera Aceh.

“Bendera daerah itu penting, tetapi menurut saya bendera yang dipergunakan adalah bendera yang bisa diterima oleh semua pihak atau masyarakat Aceh,” katanya.

Dia meminta pemerintah agar melibatkan semua pihak untuk membahas bendera di Aceh. Di antaranya seperti cendikiawan, politisi, alim ulama, pemuda, mahasiswa, pemangku adat, tokoh Aceh, “dan juga pewaris raja-raja Aceh dari Tamiang hingga Trumon.”[]

MURDANI ABDULLAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar