LHOKSUKON – Albendazole dan Diethylcarbamazine Citrate merupakan dua obat yang diberikan kepada masyarakat untuk pencegahan kaki gajah. Jika ada yang merasa pusing dan mual setelah mengkonsumsi obat tersebut, itu artinya obat bekerja mematikan cacing filaria yang ada di tubuh.
Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Buket Hagu, dr. Asnani saat dihubungi portalsatu.com, Jumat, 27 Oktober 2017. Tapi adanya tujuh murid SD Negeri 12 Lhoksukon, Aceh Utara yang dibawa ke Puskesmas kemarin (Kamis) karena mual dan pusing usai mengkonsumsi obat pencegah kaki gajah yang diberikan di sekolah, kata Asnani, itu bukan keracunan.
“Itu bukan keracunan, tapi hanya efek samping dari obat pencegah kaki gajah. Tidak semua orang mengalami efek samping itu, mungkin mereka kebetulan belum sarapan atau mereka memakan jajanan lain. Kemarin siang pukul 13.30 WIB tujuh murid itu dibawa ke Puskesmas, setelah diberi pengobatan, sore harinya sudah sehat kembali dan pulang ke rumah masing-masing,” ujar dr. Asnani.
Asnani menjelaskan, pemberian dua obat itu memiliki manfaat ganda, yaitu selain dapat mematikan atau memandikan cacing filaria dewasa, juga dapat mematikan cacing perut, seperti cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang dan cacing kremi. Artinya, obat tersebut melindungi diri dari resiko terkena penyakit gajah dan cacingan.