TERKINI
HUKUM

Kata Kapolres Soal Penyelidikan Kasus Pembakaran Barak

SUKA MAKMUE - Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi, mengatakan pihaknya tetap melanjutkan penyelidikan kasus pembakaran barak PT Wiratako di Gampong Neubok Ye PP yang menyebabkan pasangan…

WAHDA SAHIRA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

SUKA MAKMUE – Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi, mengatakan pihaknya tetap melanjutkan penyelidikan kasus pembakaran barak PT Wiratako di Gampong Neubok Ye PP yang menyebabkan pasangan suami istri (pasutri) penjaga barak meninggal dunia.

Kepada portalsatu.com, Mirwazi mengaku saat ini pihaknya menunggu hasil tes DNA dari Labfor Mabes Polri Jakarta. Selain itu, kata dia, terus menggali informasi yang berkaitan dan dapat membantu pemecahan kasus tersebut.

“Sekarang kita lagi menunggu hasil dari tes DNA dari darah para saksi yang sudah kita periksa dengan topi dan alat-alat yang kita temukan di lokasi. Kita tunggu hasil tes dari Labfor Jakarta,” jelas Mirwazi, Sabtu, 3 September 2016

Mirwazi menyebut kasus ini berbeda dengan pembakaran barak PT. Fajar Baizuri. Menurut Mirwazi, kasus Fajar Baizuri dilihat dari trafo listrik yang terbakar di lokasi, karena saksi melihat api pertama di trafo listrik.

“Kalau yang ini (kasus pembakaran barak Wiratako) kan ada indikasi orang yang membakar. Jadi kita cari orang yang membakar karena ada alat yang dibakar,” katanya.

Dia mengaku kendala yang dihadapi dalam kasus ini adalah saksi mata masih minim, begitu juga barang bukti di lapangan. “Ya ini merupakan ujian bagi kita untuk lebih giat mencari bukti,” katanya.

Selain itu, Kapolres Nagan Raya mengharapkan dukungan masyarakat setempat untuk dapat memberikan informasi terkait kasus ini.

“Kita harapkan masyarakat yang tau bisa memberi kita informasi jangan berasumsi di luar, tapi kasih tahulah pada kita,” tutupnya.[]

WAHDA SAHIRA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar