Proses pencarian nelayan hilang di laut Seunuddon, Aceh Utara masih berlanjut. Namun demikian, dibutuhkan boat cepat yang tahan ombak agar pencarian dapat terus dilakukan, mengingat ombak di laut sangat tinggi.
“Kami baru menikah empat bulan lalu dan rencana akan meresmikannya usai lebaran Idul Adha. Saya tidak ada firasat apapun saat suami pergi untuk mencari ikan tuna. Biasanya abang pergi berdua temannya, tapi kali ini sendirian. Abang berangkat dari rumah pukul 04.30 WIB,” kata Aisyah, 26 tahun, istri nelayan hilang kepada portalsatu.com saat ditemui di Pantai Ulee Rubek Barat, Minggu 28 Agustus 2016 sore.
Hal itu dibenarkan Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf yang ditemui di lokasi yang sama. Menurutnya, Rajani, 28 tahun, biasanya pergi melaut bersama Munawar, 32 tahun, nelayan asal Gampong Ulee Rubek Barat. Namun kali ini ia berangkat sendirian.
“Sebenarnya hal yang biasa saat nelayan pergi melaut sendirian, apalagi jika beras di rumah sudah tidak ada. Korban juga tergolong nelayan miskin yang tinggal di komplek nelayan. Terhitung sejak 2012 hingga saat ini, tercatat empat nelayan yang hilang di laut dan belum ditemukan,” ujarnya.