BANDA ACEH Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan menaruh optimisme pemerintahan Aceh yang baru di bawah Gubernur Irwandi Yusuf akan mampu mengurangi persentase kemiskinan di Aceh secara signifikan. Hal itu dikatakan Irwan Djohan di Gedung DPR Aceh usai memimpin rapat koordinasi terkait data kemiskinan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Jumat, 11 Agustus 2017.
Optimisme itu menurut Irwan Djohan cukup beralasan, karena didasari pada pencapaian masa pemerintahan Irwandi Yusuf – Muhammad Nazar dari tahun 2007 hingga 2012 lalu. Di hadapan Kepala BPS Aceh, Irwan Djohan memaparkan tabel yang memuat hasil lima tahun pemerintahan Irwandi-Nazar dalam mengurangi persentase penduduk miskin di Aceh.
“Saya optimis untuk lima tahun ke depan. Karena sekarang Gubernur Aceh kembali dijabat Irwandi Yusuf. Tapi bukan berarti pemerintahan Zaini Abdullah tidak baik. Di masa Zaini Abdullah pengurangan kemiskinan di Aceh mencapai 2,57 persen. Tapi di masa Irwandi Yusuf dulu lebih hebat lagi, yaitu mencapai 7,19 persen, ungkap Irwan Djohan.
Politisi Partai NasDem ini mengakui, bahwa berdasarkan data BPS terbaru tahun 2017, Aceh merupakan provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi dari 10 provinsi di Sumatera. Namun Irwan Djohan mengingatkan bahwa kondisi Aceh di tahun 2007, ketika provinsi-provinsi lain persentase kemiskinannya hanya berkisar belasan persen saja, jumlah penduduk miskin di Aceh waktu itu mencapai hampir 30 persen.
Kita jangan lupa, di tahun 2007persentase kemiskinan di Aceh mencapai 26,65 persen. Berdasarkan data BPS selama lima tahun pemerintahan Irwandi-Nazar sampai tahun 2012, telah terjadi pengurangan persentase kemiskinan sebesar 7,19 persen. Ini prestasi yang sepatutnya diapresiasi. Bermula dari angka 26,65 persen di awal pemerintahan, hingga tinggal 19,46 persen di tahun 2012. Ini hebat, tidak ada provinsi lain yang seperti itu,” kata Irwan Djohan.
Irwan berpendapat, pencapaian pada masa Irwandi-Nazar itu tentu terkait dengan mengalirnya Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Aceh yang dimulai pada tahun 2008 dan terus meningkat setiap tahunnya hingga sekarang.