TERKINI
TAK BERKATEGORI

”Inilah Polisi yang Kita Butuhkan”

BANDA ACEH - Senator asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma, mengapresiasi program Polisi Meupep-pep yang diprakarsai oleh AKBP Drs. H Adnan. Dia menyebutkan sosok…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.8K×

BANDA ACEH – Senator asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma, mengapresiasi program Polisi Meupep-pep yang diprakarsai oleh AKBP Drs. H Adnan. Dia menyebutkan sosok H Adnan adalah polisi yang sangat dibutuhkan masyarakat Aceh hari ini.

“Saya melihat inilah polisi yang kita butuhkan, melayani masyarakat dengan hati. Itu yang terpenting. Karena polisi ini adalah bertugas untuk mengayomi masyarakat,” kata Haji Uma kepada portalsatu.com usai menyerahkan piagam penghargaan kepada H Adnan di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Senin, 13 Juni 2016. 

Menurutnya mengayomi masyarakat itu tidak mudah. Hal tersebut sangat bergantung kepada karakter masyarakat. “Bagaimana? Tidak semua daerah itu menjabarkan kedekatannya dengan masyarakat itu sama. Itu ada konteks culture. Maka culture yang beliau (H Adnan) persembahkan hari ini sangat relevan dengan kultur dan budaya yang berlaku di Aceh,” katanya.

Haji Uma mengatakan Koordinator Polisi Meupep-pep memiliki proporsi yang mantap dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh. “Sehingga sinergi. Sangat wajar dan sangat pantas apabila sistem pengayoman masyarakat ini kita kemas dalam bentuk apa yang dilihat sekarang,” katanya. 

Dia juga berharap pihak kepolisian tidak baku dalam menerapkan pendekatan hukum, menerapkan sosialisasi keamanan, dan melakukan penertiban masyarakat. 

“Tidak baku. Jadi dia berlaku fleksibel, bagaimanapun caranya, informasi itu sampai kepada masyarakat dengan cara-cara dan retorika yang tentunya mudah dipahami oleh masyarakat,” katanya. 

Haji Uma berharap polisi memiliki gebrakan-gebrakan dan inovasi-inovasi yang dapat diterima masyarakat dengan baik, dan mampu menjadi daya tarik. Salah satu caranya adalah mengemas dengan budaya dan bahasa yang akrab bagi masyarakat, seperti yang dilakukan H Adnan. 

“Sehingga pendekatan dengan bahasa yang mereka kuasai, mereka mampu melakukan pendekatan, apa yang disampaikan mudah terserap. Mereka (masyarakat) merasa memiliki bahasa itu punya dia dan penyampaian pada pesan yang disampaikan itu akan langsung bisa diterjemah dan dicerna oleh masyarakat,” ujar Anggota Komite III DPD RI yang membidangi kebudayaan, pendidikan dan agama ini.[](bna)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar