TERKINI
NEWS

Ini Penyebab Banyak Napi Kabur dari Lapas Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Aceh, Edi Hardoyo menduga banyaknya kasus narapidana kabur di Lapas Lhokseumawe akibat daya tampung sudah melampai batas dan…

HENDRIK MEUKEK Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

LHOKSEUMAWE – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Aceh, Edi Hardoyo menduga banyaknya kasus narapidana kabur di Lapas Lhokseumawe akibat daya tampung sudah melampai batas dan minimnya petugas jaga.

“Daya tampung Lapas Lhokseumawe hanya 149 Napi dan tahanan. Saat ini angkanya sudah diatas 400 ratus orang. Mereka berdesak-desakan dan mereka mengeluh tidak tahan, ditambah penjaga minim mereka dengan mudah bisa kabur,” terang Edy.

Berdasarkan data, katanya, saat ini jumlah penjaga di Lapas Lhokseumawe hanya tiga orang. Idealnya minimal 10 orang, di antaranya ditempatkan empat orang di empat pos jaga pagar, dua orang di portir, 1 komandan jaga dan sisanya di dalam. Katanya masalah kekurangan petugas terjadi di seluruh lapas di Aceh.

Namun, terang Edy saat ini kementerian sudah mengambil langkah dengan melakukan perekrutan petugas jaga sebanyak 498 orang. Saat ini sedang berlangsung testing, targetnya pada Maret 2018, penjagaan di semua lapas dan rumah tahanan di Aceh akan ditambah dengan mereka.

Terkait jumlah napi di Aceh, Edy menerangkan data terkini yang ia terima berjumlah lebih kurang 7000 orang.  Sedangkan daya tampung  di 29 Lapas hanya 4000 orang.

“Jadi saat ini kita dilematis, over kapasitas tidak hanya terjadi di Lhokseumawe, tapi di semua lapas di Aceh, jadi bagaimana kita bisa memindahkan para napi. Di Pulau Jawa juga membludak,”  pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha mengakui sudah menerima informasi puluhan napi kabur dari pihak Lapas Lhokseumawe, termasuk Napi Muh yang dikabarkan kabur pada Jumat kemarin.

“Sudah puluhan yang masuk informasi ke polisi. Kita sedang berupaya membantu petugas lapas untuk menangkap kembali mereka yang kabur,” terang Budi.[]

HENDRIK MEUKEK
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar