LHOKSEUMAWE Pengamat politik dari Universitas Malikussaleh, Dr. Rasyidin, M.A., menilai political marketing para calon gubernur Aceh musim pilkada ini dalam memberikan percerdasan politik kepada…
LHOKSEUMAWE Pengamat politik dari Universitas Malikussaleh, Dr. Rasyidin, M.A., menilai political marketing para calon gubernur Aceh musim pilkada ini dalam memberikan percerdasan politik kepada masyarakat mulai meningkat.
Kualitas kampanye atau political marketing dari calon gubernur, bupati, wali kota dan wakilnya, saya pikir sudah mulai ada peningkatan pencerdasan politik, ujar Rasyidin menjawab portalsatu.com di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Rabu, 8 Februari 2017, sore.
Menurut Rasyidin, hal ini bisa dilihat dari minimnya gangguan keamanan atau kekerasan politik menjelang pilkada 2017. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan pencerdasan politik yang disampaikan para calon kepada masyarakat atau pendukungnya masing-masing mulai membaik.
Saya melihat pencerdasan politik sudah mulai meningkat di tengah masyarakat Aceh secara umum, kata Doktor Falsafah Sains Politik lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ini.
Namun, menurut Rasyidin, materi kampanye para cagub selama ini masih ada kelemahan. Kelemahan ini harus kita akui, karena kita sebagai daerah bekas konflik pasti masih ada hal-hal yang tidak jauh dari sentimen primordial. Tapi dari segi yang lain saya lihat sudah mulai membaiklah, sudah mulai agak terbuka, ujarnya.
Contoh sikap mulai terbuka itu, kata Rasyidin, ditunjukkan partai politik lokal seperti Partai Aceh (PA) yang kini bergandengan tangan (berkoalisi) dengan partai nasional. Begitu pula Partai Nasional Aceh (PNA).
Ini sudah ada kemajuan politik, dan ini merupakan modal bagi kita. Modal bahwa pencerdasan politik masyarakat Aceh mulai meningkat dan menyadari pentingnya politik. Artinya, kecerdasan politik masyarakat Aceh mulai membaik, kata Rasyidin.
Rasyidin mengatakan, Aceh menganut desentralisasi asimetris. Artinya, ada partai lokal. Ia melihat antarpartai lokal saat ini berlomba melakukan berbagai kegiatan untuk merebut hati masyarakat.
Bahkan, partai lokal ini sudah berbeda dengan fase-fase sebelumnya. Sudah mulai memahami politik dengan baik dan mendengarkan suara masyarakat agar daerah kita lebih maju, ujar Rasyidin.
Sebagai orang Aceh, Rasyidin turut berharap para pimpinan partai lokal saling menghormati, dan jangan membuat hal-hal yang tidak sehat. Kalau kita masih berantam, ini akan menjadi titik lemah kita yang akan dipergunakan orang lain. Oleh karena itu, kita mengharapkan kesadaran politik, dan juga jangan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, katanya.[](idg)