TERKINI
NEWS

Ini Kata Mahasiswa Soal Polemik Bendera Aceh

BANDA ACEH - Presiden Mahasiswa Unsyiah, Hasrizal, meminta DPR Aceh dan eksekutif di Pemerintahan Aceh tidak hanya fokus pada satu hal saja. Dia meminta Pemerintah…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

BANDA ACEH – Presiden Mahasiswa Unsyiah, Hasrizal, meminta DPR Aceh dan eksekutif di Pemerintahan Aceh tidak hanya fokus pada satu hal saja. Dia meminta Pemerintah Aceh turut memikirkan nasib rakyat dan tidak terfokus pada masalah bendera.

“Semua pihak fokus pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan Aceh,” ujar Hasrizal saat ditemui di Kantor Presma Unsyiah, di Darussalam, Banda Aceh, Rabu, 23 Maret 2016.

Hal berbeda disampaikan Said Fuadi selaku Presiden Mahasiswa UIN Ar Raniry. Dia menyebutkan permasalahan bendera Aceh harus melalui kesepakatan semua pihak.

“Terutama rakyat kita, harus ada kesepakatan seluruh masyarakat Aceh terlebih dahulu,” ujar Said Fuadi.

Seperti diketahui, polemik Bendera Aceh hingga sekarang belum kunjung usai. Padahal DPR Aceh telah mengesahkan Bulan Bintang menjadi bendera Aceh dalam paripurna beberapa waktu lalu. Namun Qanun Lambang dan Bendera Aceh ini hingga sekarang terganjal di Pusat yang meminta colling down.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Aceh seluruh Aceh telah merekomendasikan agar eksekutif mengibarkan bendera Aceh di kantor-kantor pemerintahan. Rekomendasi ini dikeluarkan setelah adanya pertemuan di kantor DPR Aceh pada 1 Maret 2016 lalu.

Dalam paripurna tersebut, DPR Fraksi Partai Aceh se-Aceh turut mengibarkan bendera Bulan Bintang di dalam ruang sidang paripurna.

“Intinya kita mendesak Pemerintah Aceh untuk melaksanakan amanah Qanun Nomor 3 tahun 2013 secara resmi. Nyo ka di-ek, bek ditron le,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Aceh, Azhari Cage kepada wartawan saat itu. (Baca: Desak Eksekutif, Anggota Dewan Kibarkan Bintang Bulan di Ruang Rapat Paripurna).[](bna)

Laporan: Munawir Syarif

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar