TERKINI
NEWS

Ini Kata Ketua DPRK di Hari Jadi ke-812 Banda Aceh

BANDA ACEH - Kota Banda Aceh kini berusia 812 tahun. DPRK menggelar sidang paripurna istimewa memperingati Hari Jadi ke-812 Kota Banda Aceh, Sabtu, 22 April…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 765×

BANDA ACEH – Kota Banda Aceh kini berusia 812 tahun. DPRK menggelar sidang paripurna istimewa memperingati Hari Jadi ke-812 Kota Banda Aceh, Sabtu, 22 April 2017.

Baca: Sidang Paripurna DPRK HUT ke-812 Banda Aceh, Illiza Sampaikan Ini

Ketua DPR Kota Banda Aceh Arif Fadillah mengatakan, setiap tanggal 22 April, dewan selalu membuat rapat paripurna khusus memperingati milad kota ini yang diikuti para anggota dewan dan wali kota/wakil wali kota.

Lihat pula: JANGAN LUPA: Hari Jadi dan Peranan Banda Aceh dalam Perjalanan Sejarah

Terkait perjalanan Kota Banda Aceh, Arif Fadillah menyebut kota ini diwarnai berbagai peristiwa bersejarah, salah satunya tsunami pada tahun 2004. “Banda Aceh ini kan perjalanan sejarahnya sudah cukup jauh, sudah cukup panjang. Diwarnai dengan perubahan politik, kemudian diwarnai dengan berbagai perjalanan sejarah yang melanda kita, tsunami dan sebagainya,” kata Arif Fadillah dihubungi portalsatu.com.

“Alhamdulillah, kota kita ini kan termasuk kota tanggap terhadap bencana. Menjadi konsep untuk kita ke depan, karena Kota Banda Aceh kita jadikan menjadi kota yang terbuka, yang islami, yang memberikan perhatian yang luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Itu program kita yang paling utama ke depan,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Arif Fadillah menilai perkembangan pembangunan yang terjadi di Kota Banda Aceh saat ini luar biasa. Hal itu, menurut dia, karena peran dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat Kota Banda Aceh. “Alhamdulillah, saya memberikan apresiasi. Pembangunan Kota Banda Aceh memang luar biasa dengan semua fasilitas umum yang kita lihat sudah sangat memadai, sudah bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat kita. Kemudian dengan tata kota yang bagus, penghijauan, ruang terbuka, dan sebagainya. Alhamdulillah, semua sudah memadai,” kata Arif Fadillah.

“Jadi, kita menilai hasil keberhasilan tersebut adalah merupakan hasil kerja sama dua lembaga eksekutif dan legislatif. Fungsi penganggaran menjadi fungsi DPRK Banda Aceh. Kita menganggarkan semua penganggaran kota untuk menitikberatkan bagi pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan kota menuju kota yang madani, yang memberikan fasilitas yang luas kepada seluruh warga kota yang tinggal di Kota Banda Aceh ini,” kata dia lagi.

Baca juga: JANGAN LUPA: Ini Saran-saran Hasil Seminar Hari Jadi Kota Banda Aceh 1988

Ke depan, Arif Fadillah berharap wali kota/wakil wali kota terpilih dapat menjalankan visi dan misi yang telah disampaikan untuk lebih meningkatkan pembangunan di semua sektor. “Kita berharap pembangunan yang akan dilaksanakan dalam lima tahun mendatang, tetap dititiberatkan pada pertumbuhan ekonomi, pelaksanaan syariat Islam, kemudian terjaminnya pelaksanaan pendidikan di tingkat SD, SMP,” ujarnya.

“Kemudian fasilitas-fasilitas yang lainnya juga dapat diakses bagi seluruh masyarakat Kota Banda Aceh, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, seperti kaum disabilitas. Sehingga Banda Aceh menjadi kota yang ramah bagi seluruh warga Banda Aceh dan semua lapisan masyarakat pendatang, kemudian menetap di Kota Banda Aceh ini. Itu harapan kita,” kata Arif Fadillah.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar