TERKINI
EKBIS

Ini Kata Kadisbudpar Aceh Soal Festival Kuliner

BANDA ACEH - Kuliner telah menjadi daya tarik pariwisata yang begitu menjanjikan, selain sebagai sarana mengenalkan ragam masakan khas nusantara juga menjadi identitas dari sebuah…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 466×

BANDA ACEH Kuliner telah menjadi daya tarik pariwisata yang begitu menjanjikan, selain sebagai sarana mengenalkan ragam masakan khas nusantara juga menjadi identitas dari sebuah daerah. Festival kuliner yang digagaskan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I mangangkat tema “Lhokseumawe Beranda Depan Indonesia” di kawasan wisata KP3 Lhokseumawe, Sabtu lalu, dinilai telah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga kota sebagai ajang menumbuhkan minat gastronomi di daerah itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi melalui Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani mengatakan, kehadiran festival kuliner dari Pelindo I sepatutnya didukung dan diapresiasi semua pihak, khususnya masyarakat dan Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pemerintah Aceh melalui Disbudpar. Ini untuk melestarikan, mengembangkan dan mempromosikan khasanah dan keberagaman makanan khas Aceh sebagai kekayaan, identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh.

“Penyelenggaraan festival kuliner Aceh dengan menghadirkan beberapa vendor kuliner lokal, nasional dan internasional tidak hanya berlangsung begitu saja, tapi dapat menjadi penyemangat khususnya bagi kawula muda untuk berkiprah lebih serius di usaha kuliner yang sangat menjanjikan. Ini menjadi even tetap tahunan Pemerintah Kota Lhokseumawe dan masuk dalam Calendar of Event Aceh 2018 yang tentu saja perlu mendapatkan dukungan semua pihak,” ujar Rahmadhani saat mengisi talkshow bersama CEO Kelana Rasa Arie Parikesit, Sabtu lalu.

Festival kuliner ini, kata Rahmadhani, perlu dikemas dengan baik lewat publikasi yang bisa tersebar luas, khususnya melalui media sosial agar masyarakat mengetahuinya dan hadir untuk memeriahkan acara tersebut. Mengingat semangat dan peran “Go Digital” dari Kementerian Pariwisata RI juga harus bisa diterapkan ke berbaga lini dan sektor sebagai sarana mempromosikan daerah dengan menjamurkan anak-anak muda yang akrab dengan gawai atau smartphone.

“Publikasi festival kuliner Aceh melalui peran media sosial dengan melibatkan remaja Kota Lhokseumawe dan wilayah sekitarnya penting dan strategis, tidak hanya sebagai media publikasi, tetapi dapat menjadi media promosi dalam rangka memperkenalkan Kota Lhokseumawe sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dengan berbagai keunggulan daya tarik wisata alam dan budayanya,” pungkas Rahmadhani.

Direktur Utama PT Pelindo I, Bambang Eka Cahyana diwakili Direktur Keuangan, Farid Luthfi menyatakan, festival kuliner tersebut digelar sebagai bentuk perhatian dan partisipasi Pelindo I dalam memajukan industri pariwisata khususnya Kota Lhokseumawe dan daerah sekitarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi model dalam mengembangkan sektor industri pariwisata di daerah serta mendukung membangun jaringan transportasi laut, yang lebih memadai seperti fasilitas pelabuhan dan peningkatan aktifitas kargo laut. “Bila sektor pariwisata Aceh berkembang lebih baik, maka industri ini akan memberi dampak positif atau “multiplier effect” terhadap perkembangan berbagai sektor perekonomian lainnya di daerah, salah satunya adalah kebutuhan transportasi laut,” ucapnya.

Selain bazaar kuliner dan talkshow, festival yang dimeriahkan beberapa master chef terkenal seperti Bara Pattiradjawane, Chef Uki dan Chef Hinam dari Srilanka, juga menghadirkan penampilan seni tari Ranub Lampuan, Tari Kipas dan Dabus, serta Kreatifitas Agam Inong Lhokseumawe serta hiburan musik akustik dari Apache Band.[](rel)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar