BANDA ACEH – Arkeolog independen, Deddy Satria, membantah struktur bangunan Benteng Indrapatra terpengaruh budaya Hindu-Budha. Lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) ini juga membantah bahwa struktur bangunan yang 'melindungi' dua sumur di Indrapatra tersebut menyerupai stupa atau bunga teratai.
“Sumur-sumur yang diberi bangunan, tapi bangunan atapnya itu kubah (doom). Itu (pengaruh) Turki Othman itu, nggak ada yang lain,” kata Deddy Satria menjawab portalsatu.com, Kamis, 20 April 2017 malam.
Dia menyebutkan bentuk stupa tidak seperti struktur bangunan yang ada di Indrapatra. Dia juga menyebutkan fungsi stupa bukan untuk sumur. (Baca: Situs Benteng Indrapatra Terkesan Ditinggalkan)
Menurut Deddy, di Turki ada bangunan-bangunan sumur berkubah, dan hal itu adalah biasa di negara dua benua tersebut. Bahkan, kata dia, jika di Turki ada sumur berkubah emas yang lebih megah.
Selain struktur sumur berkubah, pengaruh gaya Turki Othman juga terlihat dari pintu sumur yang berbentuk tapal kuda atau setengah lengkung. Menurut Dedy, corak Turki Othman tidak hanya ada di struktur bangunan Indrapatra, tetapi juga di Indrapurwa, Indrapuri dan Kuta Di Anjong.
Arkeolog muda ini menyebutkan selama ini publik dikacaukan dengan penamaan bangunan yang diklaim mirip pengaruh Hindu, seperti Indra. Padahal, kata dia, penamaan “Indra” itu sama sekali tidak berkiblat ke Hindu. Namun, menurut Dedy, penamaan Indra tersebut disebabkan pengaruh Islam yang masuk di Aceh lebih dekat dengan India dibandingkan Timur Tengah.
“Dan mereka meminjam istilah-istilah dari sana, itu biasa. Misalnya istilahnya keindraan, bingung orang Aceh sekarang, apa itu maksudnya, padahal kerajaan. Indra itu bukan dewa, tetapi kerajaan. Misalnya Iskandar Muda itu keturunan keindraan, bukan berarti keturunan dewa tetapi keturunan raja,” kata Deddy.
Deddy mengatakan pengaruh bangunan Turki Othman masuk ke Aceh itu masa kesultanan Alaidin Al Kahar, Sultan Aceh ketiga. Sementara masa Iskandar Muda, pengaruh Turki Othman sama sekali tidak ada. Menurutnya ciri arsitektur bangunan masa Iskandar Muda sangat berbeda.
Deddy juga menyebutkan pengaruh budaya bangunan khas Bizantium di Indrapatra bisa dilihat dari benteng yang berada di sebelah barat bangunan utama. Dia menyebutkan, bangunan tersebut juga berfungsi sebagai benteng dan telah direnovasi.