Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat untuk makhluk di muka bumi ini, baik tumbuhan, hewan dan manusia. Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya berbunyi: “Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat) (QS. Al-Furqaan : 48-50)
Di balik khasiat air hujan juga tersimpan rahasia dan obat untuk manusia. Salah satu di antaranya untuk menghilangkan gangguan dari makhluk pengganggu baik syaitan (setan) atau sejenisnya. Gangguan setan kepada manusia sangat beragam.
Disebutkan dalam perang Badar gangguan setan berbentuk rasa was-was, rasa cemas, rasa khawatir, munculnya pikiran yang tidak-tidak di dalam benak mereka dan lain-lainnya. Untuk menghilangkan itu semua, Allah SWT menurunkan air hujan agar udara berganti, mereka bisa bersih-bersih, ber-wudhu' dan mandi. Dengan demikian rasa was-was dan cemas tersebut bisa sirna dan hilang (Syekh Sayid Thantawi, kitab al Wasith, 1: 1785)
Perspektif sebagian ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan gangguan setan adalah “mimpi basah”. Dikatakan bahwa mimpi basah itu berasal dari setan, sehingga mereka dalam keadaan junub. Maka dengan turunnya hujan tersebut, kaum muslimin yang terkena janabah ( bermimpi basah) pada malam harinya, mereka bisa mandi pada pagi harinya. Dan inilah yang dimaksud bahwa air hujan tersebut bisa menghilangkan kotoran janabah yang berasal dari bisikan setan.( Syekh Ibnu Asyur, Kitab Tahrir wa Tanwir, 9: 37 )