BANDA ACEH – Himpunan mahasiswa Islam komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (HMI FKIP Unsyiah) mendesak para bakal calon gubernur, bupati serta walikota yang akan maju di pemilihan kepala daerah 2017 mendatang agar menerapkan nilai-nilai edukasi.

“Para balon gubernur, bupati dan walikota juga harus mengintruksikan para tim suksesnya agar dalam proses kampanye untuk mencerminkan nilai-nilai pendidikan yg mencerdaskan kehidupan masyarakat, bukan hanya sekedar sikut menyikut yang tidak mendidik untuk mendapatkan kemenangan para kandidat masing-masing,” kata HMI FKIP Unsyiah, Muammar, dalam siaran pers, Ahad, 26 Juni 2016.

Pemilu bukan hanya persoalan menang dan kalah,tetapi juga persoalan bagaimana memberikan pelayanan pendidikan politik pada masyarakat, bangkit dan ubah kebijakan politik yang tidak mendidik agar mendapatkan kemenangan dengan cara-cara yang baik dan berpendidikan.

“Sudah saatnya para timses membuktikan bahwa balon kandidatnya layak di pilih untuk menjadi pemimpin di Aceh pada Pilkada serentak 2017 nanti dengan intelektualitasnya bukan hanya sekedar pencitraan yang membodohi masyarakat semata,” katanya.

Menurutnya, jika memang pendidikan politik sudah menjadi kewajiban di pundak bagi para balon kandidat yang akan maju di Pilkada serentak nanti, timses dan semua tokoh masyarakat di Aceh insyaallah Aceh akan menjadi sebuah provinsi pemimpin yang alim di Indonesia pada masa mendatang.[]