TERKINI
ENTERTAINMENT

Haruskah ”Memuja” Ronaldo?

DINI hari tadi, kesebelasan Portugal berhasil mengalahkan Timnas Prancis dalam laga final nan dramatis yang digelar di Stade de France. Kemenangan 1-0 tim asuhan Fernando…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 822×

DINI hari tadi, kesebelasan Portugal berhasil mengalahkan Timnas Prancis dalam laga final nan dramatis yang digelar di Stade de France. Kemenangan 1-0 tim asuhan Fernando Santos itu dibukukan melalui gol semata wayang Eder di menit ke 109. Namun ada hal menarik setelah mereka menjadi juara Eropa 2016. Hal menarik itu adalah Ronaldo.

Nyaris semua perbincangan di warung kopi dan lini masa menyebutkan dominasi peran Ronaldo dalam Timnas Portugal. Padahal, ayah angkat Martunis ini pernah gagal menjebol gawang lawan saat pinalti di laga sebelumnya. Tentu saja ini aneh. Karena, seperti diketahui, sebuah tim sepakbola itu dimainkan oleh beberapa orang pemain. Lalu dimana peran mereka?

Ronaldo adalah salah satu dari belasan pemain Portugal yang sempat terseok-seok menuju final Eropa. Tanpa pemain lain, megabintang ini tidak mungkin berhasil mengangkat trophy Senin dinihari tadi. Ini dibuktikan dengan terpilihnya Pepe sebagai pemain terbaik dan kemenangan Portugal usai CR7 dibekap cidera.

Berbicara sepakbola sama halnya seperti membicarakan peran dan tugas Pemerintah Aceh. Saat ini, menjelang tahun politik, banyak kepala daerah yang mengagung-agungkan peran mereka dalam membangun Aceh. Nyaris di seluruh papan iklan yang juga disebut baliho, sang kepala daerah muncul sebagai pahlawan perubahan. Padahal jika ditelisik lebih dalam, peran sang kepala daerah ini sama seperti cerita kepahlawanan Ronaldo merebut thropy juara sepakbola Benua Biru.

Setiap pemerintahan memiliki tim yang bekerja, baik yang ada di dalam sistem maupun yang berada di belakang layar. Tim inilah yang menjadi penentu baik atau buruknya pemerintahan, yang dijabat oleh seseorang.

Jika tim yang dipilih memiliki visi dan misi sesuai keinginan rakyat, maka sebuah pemerintahan akan wujud seperti kehendak rakyat. Namun jika tim yang dipilih cenderung bekerja untuk kepentingan pribadi, maka hasil pemerintahan tersebut juga akan berkiblat pada keinginan tersebut. Dan ini akan jelas terlihat pada akhir-akhir periode sebuah pemerintahan. 

Sejatinya, Ronaldo tidak akan berhasil berdiri di podium juara jika tanpa bantuan Pepe di lini pertahanan. Ronaldo tidak akan menangis bahagia tanpa penyelematan-penyelamatan apik Patricio di bawah mistar gawang. Ronaldo juga tidak akan jumawa menjadi juara tanpa peranan Quaresma dan Nani yang kerap memberikan assis. Begitu pula dengan Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang ada di Aceh saat ini. Mereka tidak akan mampu bekerja sendiri memperbaiki Aceh tanpa keterlibatan tim di dalam pemerintahan.

Untuk itu, kepala daerah yang bakal mencalonkan diri lagi di Pilkada 2017 mendatang harus mengingat hal ini. Bahwa mereka bisa saja gagal kembali terpilih jika menganggap dirinya sebagai satu-satunya orang yang paling berjasa untuk Aceh saat ini, tanpa pernah menghargai peran dan pengorbanan orang lain, yang selama ini mengeluarkan darah dan air mata sehingga ianya menuju kursi singgasana.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar