TERKINI
BUDAYA

Halalbihalal, Majelis Seniman Aceh Susun Program Besar Kegiatan Seni Budaya Per Bulan dan Per Tahun

Majelis Seniman Aceh (MaSA), Susun Program Besar Kegiatan Seni Budaya Per Bulan dan Per Tahun. Motto "Silaturrahmi terjaga, Berkarya seumur masa.

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA

BANDA ACEH – Perkumpulan Majelis Seniman Aceh (MaSA) menggelar acara halalbihalal di TB Kupi, Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu, 4 April 2026/17 Syawal 1447 H.

Kegiatan halalbihalal bertema tersebut memiliki dua mata acara yang berlangsung dari sore sampai malam. Pertama, pada sore, diadakan musyawarah tentang program seni berkelanjutan, sejenis pasar seni. Kedua, pada malam harinya diadakan silaturrahmi.

Ketua Umum Perkumpulan Majelis Seniman Aceh, Chairiyan Ramli, mengatakan, pada acara musyawarah sore, handai taulan seniman, telah menyusun program kegiatan berkelanjutan untuk dilaksanakan setiap tahun.

“Musyawarah ini kita rancang untuk menampung ide-ide kreatif dari seniman sepanjang masa. Dalam musyawarah itu, disimpulkan bahwa seniman akan melaksanakan sebuah program sejenis pasar seni, kita upayakan bisa dilangsungkan selama satu bulan penuh, setahun sekali, setiap tahun,” kata Chairiyan.

Kata Chairiyan, ada tiga jenis mata acara, yaitu: pertama: Etalase. Para pelaku seni seluruh bidang mengisinya, termasuk pembuat rapai, bukan saja pemainnya. Kedua, kata Chairiyan, progam berisi edukasi: Workshop, coaching clinic, seminar, pelatihan, setiap bidang seni diberikan ruangan, seperti tenda, dan sebagainya, selama acara.

“Ketiga, bidang pertunjukan atau ruang ekspresi. Dalam hal ini, semua seniman mempertunjukkan karya seninya masing-masing. Ruang apresiasi ini juga kita sediakan bagi kaum gen Z, yang muda remaja. Program ini dicetuskan oleh  Majelis Seniman Aceh. Sumber pembelanjaan kegiatan bersumber dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun perorangan. Semua acara ini difokuskan di Taman Seni dan Budaya Aceh,” kata Chairiyan, Senin, 6 April 2026, di Banda Aceh.

Sementara Ketua Panitia, Syekh Ghazali LKB, mengatakan, acara tersebut dilaksanakan dengan dukungan sesama seniman, untuk mempertahankan silaturahmi dan kebersamaan yang telah terjalin baik selama ini.

Pada acara malamnya, kata Syekh, acara dimeriahkah oleh rekan seniman yang menampilkan karyanya. Ada Munawir dan Joel Pase dari Cupa Band menyanyikan lagu Bungong. Ada penyanyi Kasga Record Lea Amalia dan Rafly. Ada senior komedian Apa Gense dan Bang Joni. Ada Zul Kawom, Jal CND.

Selain musik, tampil pula penyair Zulfikar Sawang dan Din Saja membacakan puisi. Acara tersebut dimeriahi Emil Sukon sebagai MC dan Safwan Ibnoe Arhas pada keyboard musik pengiring. Nisfun Nahar pembaca Alquran dan doa.

“Äcara ini sesuai motto MaSA, yaitu “Silaturrahmi terjaga, Berkarya seumur masa”. Acara boleh sederhana, tapi hasilnya harus mengguncang Dunia.

Majelis Seniman Aceh telah laksanakan rangkaian acara di antaranya, Peringatan Hikayat Aceh dan Karya Hamzah Fansuri, Perayaan Internasional Hari Laksamana Keumalahayati, yang pertama 2023, kedua 2024, ketiga tahun 2025, dan yang keempat akan kami laksanakan di bulan Desember tahun 2026 ini,” kata Syekh Ghazali, yang juga Bendahara Umum Majelis Seniman Aceh.[]

Penulis: Thayeb Loh Angen.
Editor: Thayeb Loh Angen.

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar