TERKINI
NEWS

Guru Besar UIN Sumut: Istilah Jihad Tetap Berarti Perang

BANDA ACEH -- Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof. Syahrin Harahap meminta agar istilah jihad tetap dimaknai sebagai perang. Jangan sampai beralih…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 607×

BANDA ACEH — Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof. Syahrin Harahap meminta agar istilah jihad tetap dimaknai sebagai perang. Jangan sampai beralih karena ketakuran dengan pengaruh radikalisme dan terorisme. Jika artinya bukan perang kata dia, sewaktu-waktu musuh datang akan menghilangkan pertahanan.

“Jadi jihad itu betul-betul menjadi tentara yang dikomandoi oleh ulama, bukan oleh para aktivis yang mengambil hasil fatwa di kafe,” kata Prof. Syahrin Harahap dalam dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus dala Pencegahan Radikalisme yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Unsyiah, Rabu, 30 Agustus 2017.

Ia mengatakan, jihad sekarang harus dilakukan dengan jihad i'tishom (komitmen pada agama), sehingga menurutnya perlu mendukung pemerintah terkait pembubaran Hibut Tahrir Indonesia yang memandang Pancasila membuat tidak maju. Padahal kata Prof. Syahrin, ketetapan Pancasila sebagai dasar negara adalah kesepakatan seluruh bangsa Indonesia.

“Karena sudah menjadi kesepakatan, bila ada yang ingin menggantikannya, memang harus kita tolak, kecuali kita semua sepakat ingin menggantikannya, bukan kita tidak sepakat dengan khilafah, tapi kita sudah sepakat dasar negara kita adalah Pancasila,” ujarnya.

Menurut Prof. Syahrin, Indonesia termasuk terlambat membubarkan HTI dibanding dengan negara-negara Islam lainnya.

“Jadi jangan terlalu dipermasalahkan kali, karena bukan Islam yang kita tolak,” demikian kata Prof. Syahrin Harahap di hadapan ratusan mahasiswa.

Turut menjadi narasumber pada dialog tersebut Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Drs. Herwan Chaidir, Guru Besar UIN Sumatera Utara Prof. Dr Syahrin Harahap, mantan napi teroris Ali Fauzi, dan Dr. Kamaruzaman Bustamam Ahmad.[]

SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar