LHOKSUKON – Masyarakat Aceh Utara yang tergabung dalam Forum Pemuda Samudera (FPS) menghimbau kepada Pemerintah Aceh Utara untuk menghidupkan museum Museum Kerajaan Samudera Pasai yang telah dibangun beberapa tahun lalu di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh utara.
Ketua FPS, Misbahuddin Ilyas, mengatakan, Samudera tidak terlepas dari sejarah masa lalu, karena banyak sekali benda sejarah peninggal Sultan Malikussaleh telah terjual ke luar negeri. Hal itu, menurutnya, disebabkan pemerintah Aceh Utara dan dinas terkait tidak serius dalam menempatkan/mencari di mana benda-benda tersebut berada. Lalu, menurutnya, dinas terkait minim tenaga untuk merawat dan memugar cagar budaya tersebut.
“Sedih rasanya jika miseum tersebut tidak difungsikan dalam waktu sekarang dikarnakan para generasi Aceh peminat sejarah dan cinta budaya leluhur. Kami berharap kepada Bupati Aceh Utara untuk terjun sesekali ke tempat tersebut di gampong Krueng Mate Kecamatan Samudera agar dinas terkait tidak serta merta menelantarkan setiap pembangunan tersebut,” katanya.