TERKINI
EKBIS

Fenomena Ramadhan dan Jalan Baru di Banda Aceh

BANDA ACEH - Bulan suci Ramadhan sering memunculkan pasar musiman yang biasanya terdiri dari menu berbuka semacam aneka kue dan makanan ringan lainnya. Namun, tidak…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

BANDA ACEH – Bulan suci Ramadhan sering memunculkan pasar musiman yang biasanya terdiri dari menu berbuka semacam aneka kue dan makanan ringan lainnya. Namun, tidak itu saja, bahkan pasar sayur dan ikan musiman pun bisa muncul, sebagaimana terlihat di Jalan Prof Ali Hasjmy Banda Aceh, Jumat 10 Juni 2016.

Jalan baru ini telah ramai setelah diresmikan oleh Walikota Mawardy Nurdin (almarhum) beberapa tahun lalu. Dan, sejak memasuki Ramadhan 1437 H, pasar sayur baru muncul di pinggir jalan itu.

Sebagaimana pasar makanan musiman, munculnya pasar sayur itu lebih besar kemungkinan karena datangnya Ramadhan. Namun, tidak sebagaimana pasar makanan dan minuman yang mungkin lenyap setelah Hari Raya Puasa, pasar sayur akan tetap beatahan, sebagaimana pasar buah di pinggir jalan.

Ada fenomena di Banda Aceh, yaitu, setiap dibuka jalan baru selalu muncul rumah toko (ruko) di sepanjang kiri kanannya. Hal ini membuat sawah tempat cocok tanam padi ditimbun untuk didirikan ruko dan bangunan lainnya, membuat tempat tanam padi makin menyempit.

Hal tersebut tidak bisa dihindari. Batoh, Pango bergaya serupa. Juga Jalan Panglima Nyak Makam, setelah diperluas kini menjadi pusat kota baru.

Fenomena ini hendaknya menjadi pengalaman bagi pemerintah, sekiranya membuka jalan baru ke depan, alangkah baik jika menyiapkan kemungkinan di kiri kanannya untuk didirikan bangunan secara benar.

Ketidak siapan karena ketidaktahuan itu telah mengakibatkan rusaknya pemandangan disebabkan ruko-ruko yang dibangun sembarangan, ukuran dan letaknya tidak teratur. Bahkan ada yang tempat parkirnya sempit sehingga mobil dan sepeda motor diparkir di badan jalan.

Tidak ada yang salah dalam hal ini, baik pemerintah mahupun masyarakat. Itu hanyalah fenomena yang dapat menjadi i'tibar ke depan dalam tata ruang kota.

Akan lebih baik, sekiranya setiap akan membuka jalan baru, pemerintah bukan membangun jalan yang merayap di tanah, tetapi membangun jalan layang supaya tidak ada yang membangun ruko di kiri kanannya dan tidak menghilangkan sawah tanam padi.

Jalan layang itu bukan sekedar untuk bergaya-gaya, tetapi juga untuk kemudahan rakyat, kelestarian alam, dan keindahan kota.[](tyb)

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar