Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, menebar ancaman bagi skuad Manchester United yang akan menjadi lawan mereka dalam lanjutan liga Inggris, Ahad, 24 Oktober 2015.
De Bruyne mengatakan bahwa lini serang The Citizens siap memporak porandakan pertahanan Manchester United. Pemain yang baru bergabung dengan City pada musim panas kemarin itu menyatakan setiap pemain City adalah ancaman bagi pertahanan United. “Jika United menempatkan dua orang untuk menjagaku, berarti pemain City lain akan memiliki ruang lebih banyak. Kami memiliki tim yang sangat kuat,” ujarnya.
Derby Persaingan kedua tim sudah berlangsung sejak lahirnya Manchester City pada 1880. Kelahiran City yang dibidani oleh persekutuan gereja Saint Mark seperti menjawab kelahiran United dua tahun sebelumnya. United terbentuk dari persatuan sepakbola para pekerja rel kereta di daerah Newton Heath yang terkesan penuh dengan kekerasan dan budaya duniawi.
Dalam sejarahnya, setan merah lebih unggul dari para pendeta Manchester. Dari 169 laga, United menang 70 kali. Sementara The Citizens hanya mampu menekuk United 49 kali. Sisa 50 pertandingan lainnya berakhir imbang. Namun, catatan lima laga terakhir lebih memihak kepada De Bruyne dan kawan-kawan. Mereka menang empat kali dan kalah sekali dalam pertemuan terakhir di Old Trafford April lalu.
De Bruyne memang pantas percaya diri, performa City memang sedang menanjak. Anak asuh Manuel Pellegrini memenangkan tiga laga terakhir mereka dengan meyakinkan. Hebatnya dalam tiga laga itu, The Citizens mencetak 13 gol dan kebobolan 3 gol.
Klaim bahwa lini serang City sangat kuat dan tak bergantung pada satu orang juga benar. Buktinya, meskipun penyerang andalan mereka Sergio Aguero sedang cedera, Raheem Sterling, De Bruyne serta Wilfied Bony mampu bersinar secara bergantian di dua laga terakhir. Sterling mencetak hatrick saat City mencukur Bournemouth 6-1 sementara Bony dan De Bruyne berperan besar saat City menang 2-1 atas Sevilla Kamis kemarin.
Sementara setan merah tampak menghadapi derby ini dengan kurang percaya diri. Manajer Louis van Gaal sejak pertengahan pekan sudah mengeluhkan pengaturan jadwal timnya. Dia mengeluhkan timnya harus melakoni derby setelah tandang ke Moskow dalam lanjutan Liga Champions.