TERKINI
TAK BERKATEGORI

Disdikpora Aceh Utara Gelar Workshop GP3M

LHOKSEUMAWE - Puluhan organisasi dan lembaga wanita mengikuti workshop Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) di aula lantai II Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu 9…

SUDIRMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 447×

LHOKSEUMAWE – Puluhan organisasi dan lembaga wanita mengikuti workshop Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) di aula lantai II Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu 9 November 2016. Acara yang mengusung tema 'Dari marjinal menuju keseimbangan berkarakter' itu diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.15 WIB.

Hadir sebagai pemateri, Khairani Arifin, SH,M.Hum selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) Banda Aceh dan Drh. Khuzaimah A Latif, MM, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh Utara. Acara dibuka oleh staf ahli Bupati Aceh Utara Syafruddin.

Khairani Arifin, SH,M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) Banda Aceh menyebutkan, perempuan marjinal adalah perempuan yang mempunyai keterbatasan karena kesulitan mengakses berbagai sumber daya. Mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, hukum dan lainnya.

“Ada beberapa kategori perempuan marjinal, di antaranya, perempuan miskin, perempuan kepala keluarga, perempuan difabel atau disabilitas, perempuan korban kekerasan, perempuan dengan penyakit tertentu dan perempuan buta huruf,” ujarnya.

Sementara itu, Drh. Khuzaimah A Latif, MM, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh Utara memaparkan tentang kondisi (tantangan dan kekuatan) perempuan marjinal di Aceh Utara.

Mawardi, selaku Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan secara terpisah mengatakan, workshop GP3M ini bersambungan dengan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) yang launching di Lhoksukon pada September 2016 lalu. Dua pekan lalu juga telah diadakan workshop literasi.

Kegiatan tersebut diikuti ikatan wanita, ormas, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dekranas, Dharma Wanita Bank Aceh, PT PIM, perwakilan wanita dari Persatuan Wartawan Aceh (PWA) dan lainnya.

“Usai pemaparan narasumber, Dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan presentasi hasil diskusi tersebut. Setelah itu di akhir acara ada rencana tindak lanjut (pembentukan tim penyusun dokumen dan tim GP3M Aceh Utara) yang nantinya akan di SK-kan oleh Bupati,” pungkas Mawardi.[]

SUDIRMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar