LHOKSEUMAWE – Puluhan organisasi dan lembaga wanita mengikuti workshop Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) di aula lantai II Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu 9 November 2016. Acara yang mengusung tema 'Dari marjinal menuju keseimbangan berkarakter' itu diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.15 WIB.
Hadir sebagai pemateri, Khairani Arifin, SH,M.Hum selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) Banda Aceh dan Drh. Khuzaimah A Latif, MM, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh Utara. Acara dibuka oleh staf ahli Bupati Aceh Utara Syafruddin.
Khairani Arifin, SH,M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) Banda Aceh menyebutkan, perempuan marjinal adalah perempuan yang mempunyai keterbatasan karena kesulitan mengakses berbagai sumber daya. Mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, hukum dan lainnya.
“Ada beberapa kategori perempuan marjinal, di antaranya, perempuan miskin, perempuan kepala keluarga, perempuan difabel atau disabilitas, perempuan korban kekerasan, perempuan dengan penyakit tertentu dan perempuan buta huruf,” ujarnya.