LHOKSUKON - Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (Jasa) akan melaporkan tindakan pemalsuan tanda tangan dan kartu tanda penduduk (KTP) terhadap Ketua Umum Jasa, Bukhari. Demikian kata…
LHOKSUKON – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (Jasa) akan melaporkan tindakan pemalsuan tanda tangan dan kartu tanda penduduk (KTP) terhadap Ketua Umum Jasa, Bukhari.
Demikian kata Juru Bicara Jasa, Zulfikar, melalui siaran persnya, Kamis 25 Agustus 2016. Menurutnya, pemalsuan tersebut diduga dilakukan oleh tim bakal calon gubernur Aceh Zaini Abdulah yang maju dari jalur perseorangan.
Kita akan segera melaporkan ini kepada Panwaslih untuk segera ditindak lanjut, karena Tanda tangan dan fotokopi itu digunakan sebagai bukti tanda dukungan untuk memenuhi syarat bagi calon independen, katanya.
Zulfikar mengatakan bahwasanya ketuanya Bukhari tidak pernah memberikan fotokopi KTP miliknya kepada siapapun karena secara pribadi.
Beliau dan seluruh aneuk syuhada ban sigom Aceh komit mendukung dan siap bekerja memenangkan Mualem H. Muzakir Manaf dan Ir T.A Khalid sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, katanya.
Zulfikar mengharapkan kepada calon independen jangan jadi pencuri indentitas orang lain demi kekuasaan yang lagi dikejarnya.
Mari berdemokrasi secara jujur dan adil khusus untuk Doto Zaini, punya malulah sedikit, kemarin dia bawa nama syuhada sekarang indetitas KTP yang dipalsukan, pakon han geupakek KTP keluarga droe Doto Zaini manteng, karena geuek keu gubernur uroe jeh keluarga geuh yang usung, sindir Zulfikar dengan kesal.
Zulfikar mengharapkan KIP Aceh memerintahkan KIP kab/kota dan panwaslih untuk melakukan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan dengan ketat.
Karena sudah ada beberapa bukti pemalsuan tanda tangan KTP serta fotokopi dukungan calon perseorangan, jadi kita berharap kepada penyelenggara pilkada ini bisa diselesaikan secepat mungkin untuk berjalan demokrasi yang seluruh masyarakat harapakan secara jujur dan adil,'' tutupnya.[]