BANDA ACEH – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Dema FEBI) UIN Ar-Raniry angkat bicara soal nasib konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah yang disinyalir terindikasi adanya kepentingan.
“Kita mengecam siapa saja yang menjadikan momen konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah sebagai bahan kampanye Pilkada,” kata Ketua Umum Dema FEBI, Musafir, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Rabu, 8 Juni 2016.
Dia menilai ada tolak tarik kepentingan dan salah menyalahkan antara eksekutif dan legislatif Aceh dalam konversi bank plat merah tersebut.
“Dalam hal ini, satu pihak menyatakan proses konversi terhambat dikarenakan masih menunggu pencabutan Qanun Nomor 9 tahun 2014 tentang spin off Bank Aceh yang tak kunjung direspon oleh pihak DPRA, yang satu lagi membela bahwa pihaknya padahal dari awal telah menawarkan konversi tersebut namun pihak eksekutif termasuk pihak direksi Bank Aceh menolaknya. Kemudian setelah banyak yang menyuarakan konversi baru diajukan balik. Namun pihak DPRA tidak percaya katanya jangan-jangan ini trik untuk memperlambat konversi Bank Aceh,” katanya.
Musafir mempertanyakan, apakah wujud keinginan menjadikan Bank Aceh sebagai bank islami untuk ekonomi Aceh yang islami?