BANDA ACEH - Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Muhammad Zami, mengatakan momen Hari Pendidikan Daerah sudah saatnya pendidikan Aceh Bangkit.…
BANDA ACEH – Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Muhammad Zami, mengatakan momen Hari Pendidikan Daerah sudah saatnya pendidikan Aceh Bangkit.
Pendidikan Aceh menurutnya menjadi sorotan karena polemik ada salah satu kabupaten di Aceh yang belum membayar tunjangan guru.
“Dan sudah saatnya Pemerintah Aceh dalam momen Hardikda ini lebih memperhatikan kondisi Pendidikan Aceh, karena pendidikan Aceh berada di peringkat 32 nasional dari 34 provinsi di Indonesia,” kata Muhammad Zami kepada portalsatu.com, Kamis, 1 September 2016.
Aceh yang berstatus Otonomi Khusus dengan uang yang melimpah diharapkan cepat bebas dari keterpurukan pendidikan. Ia juga meminta, selain memeratakan pendidikan dan memprioritaskan anggaran untuk pendidikan, pemerintah juga diminta mengevaluasi kinerja pejabat Dinas Pendidikan Aceh.
“Kita mengecam sikap Pemerintah Aceh yang akhir-akhir ini sibuk memikirkan kepentingan pribadi ketimbang mengurus hal-hal yang menyangkut kepentingan publik,” ujar Muhammad Zami yang juga Ketua GP3A (Gerakan Pemuda Peduli Pendidikan) Aceh.
Zami menambahkan, pada 2015 lalu Aceh menduduki peringkat 32 dari 34 provinsi di Indonesia. “Itu artinya hanya 2 provinsi yang berhasil kita lewati, sebelumnya tahun 2014 kita ada di posisi 30, berarti kita terus menurun. Jadi kita ingin ini segera berubah, pastinya berubah ke peringkat yang lebih baik bukan berubah semakin ke bawah,” ujarnya.[](ihn)