SIGLI – Ulama Aceh Teungku H. Nuruzzahri atau Waled Nu meminta penerapan Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) bermazhab Syafii jangan hanya berupa deklarasi semata. Namun pemerintah harus benar-benar mendukung implementasi Aswaja di lapangan.

Hal itu disampaikan Waled Nu di acara deklarasi penerapan Aswaja dan penggunaan fiqih menurut Mazhab Syafii di Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli, Pidie, Senin, 3 Oktober 2016.

“Kami meminta program ini jangan hanya sekadar deklarasi semata, sementara penerapan di lapangan tidak didukung pemerintah,” kata Waled Nu.

Namun, Waled Nu juga mengaku bangga dengan sikap Pemkab Pidie yang dinilai konsisten menjalankan ajaran Islam menurut Mazhab Syafii. Sehingga, tidak ada perbedaan pemahaman dalam menjalankan ibadah.

“Ini satu langkah yang patut didukung semua pihak agar penerapannya tidak hanya seremonial saja,” kata Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Bireuen ini.

Pidie, menurut Waled Nu, sangat dikenal dengan berbagai kegiatan bersejarah dan melahirkan banyak tokoh. Di antaranya sejarah gunong Halimon dan sejumlah tokoh ulama.

“Memang Pidie selalu jadi pusat pertama di Aceh menggagas program, tapi jangan hanya sekadar pencetusan saja program jalan di tempat,” harap Waled Nu sembari meminta kepada Muzakkir Manaf (Mualem) untuk mendukung sepenuhnya program tersebut.

Penerapan Aswaja menurut Mazhab Syafii dinilai penting untuk ditegakkan di Aceh agar masyarakat sepaham dalam beribadah. Selain itu untuk mencegah masuknya aliran sesat yang akhir-akhir ini mulai merambah Asia bahkan Aceh.[]