TERKINI
OASE

Dedi Irfansyah, dari Dinas PU Kembali ke PU Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE -  Dedi Irfansyah, S.T., M.T., mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lhokseumawe. Ia dilantik oleh Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 4K×

LHOKSEUMAWE –  Dedi Irfansyah, S.T., M.T., mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lhokseumawe. Ia dilantik oleh Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dalam upacara mutasi para pejabat eselon II, III dan IV, di Aula SMKN 2, Kamis, 26 Mei 2016.

Sebelumnya, Dedi Irfansyah menjabat Kepala Bagian Ekonomi (Ekobang) Sekretariat Kota Lhokseumawe (eselon III) sejak beberapa tahun silam. Selain Kabag Ekobang, Sarjana Teknik dan Magister Teknik Sipil lulusan Unsyiah Banda Aceh itu juga menjabat Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pekerjaan Konstruksi Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemko Lhokseumawe.

Dedi kini memanggul eselon II/Kadis PU Lhokseumawe. Ia menggantikan Mulyanto yang kini “dibangkupanjangkan” alias nonjob. Sebelumnya, Mulyanto menjadi Kepala PU sejak 4 Agustus 2014 menggantikan T. Zahedi (Pon Di). “Sebelum menjadi Kepala PU, Pak Mulyanto pernah menjabat Kabag Ekobang. Jadi, karir Pak Dedi ‘ikut jejak’ Pak Mulyanto, dari Kabag Ekobang kemudian menjadi Kadis PU,” ujar satu sumber di lingkungan Pemko Lhokseumawe, Jumat, 27 Mei 2016 .

Dedi mengatakan, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Lhokseumawe, sebelum menjadi Kabag Ekobang. Dan, kini Dedi kembali ke Dinas PU sebagai orang nomor satu. “Hari Senin nanti,” ujar Dedi kepada portalsatu.com saat ditanya kapan mulai masuk kantor baru/bertugas sebagai Kadis PU.

Pria kelahiran Medan, 15 Januari 1968, yang orang tuanya berasal dari Lhoknga, Aceh Besar, ini berkomitmen menjalankan tugas secara maksimal. “Ini (jabatan Kadis PU) amanah yang harus saya laksanakan dengan baik. Mohon dukungannya,” ujar Dedi.

Sosok Dedi kini menjadi pembicaraan sejumlah kalangan di Lhokseumawe. Maklum, ia baru saja menjadi “bos” Dinas PU yang dikenal sebagai dinas paling “basah” di kota ini. “Hampir 80 persen proyek/pengadaan barang dan jasa pemerintah yang harus ditender, itu ada di bawah Dinas PU,” kata satu sumber.

Sejumlah kalangan berharap Dedi membenahi kinerja Dinas PU, termasuk soal penuntasan berkas/dokumen tender PBJ pemerintah sumber dana 2016. Pasalnya, sampai saat ini PBJ Pemko Lhokseumawe yang harus ditender–termasuk proyek di bawah Dinas PU–belum dilelang, padahal sudah penghujung Mei 2016. Kondisi tersebut menunjukkan pembangunan di Lhokseumawe masih stagnan.[] (idg)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar