TERKINI
EKBIS

Cuaca Ekstrem, Nelayan Idi Takut Melaut

IDI  RAYEK- Puluhan Kapal Motor (KM) berbagai ukuran tampak bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur. Sebagian nelayan mengaku sudah sepekan tidak…

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 406×

IDI  RAYEK- Puluhan Kapal Motor (KM) berbagai ukuran tampak bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur. Sebagian nelayan mengaku sudah sepekan tidak melaut, karena ombak dan angin kencang semakin menjadi-jadi. Bahkan dalam dua pekan terakhir tiga kapal nelayan asal Aceh Timur, tenggelam dihantam ombak.

Wakil Panglima Laot Lhok Kuala Idi, Razali, mengatakan, sebagian kapal ikan memilih tidak melaut lantaran cuaca buruk melanda perairan Selat Malaka. Namun sebagian lainnya masih bertahan di laut menunggu cuaca teduh.

“Bisa saja suasana  laut teduh  di setengah hari, jadi sebagian nelayan bertahan untuk mencukupi logistik, apalagi lebaran Idul Adha  sudah dekat,” kata Razali, Rabu, 7 September 2016.

Hal senada juga dikatakan Bahrumsyah, salah seorang nelayan di PPN IDI, dia mengaku, ketinggian ombak di laut lepas mencapai tiga hingga empat meter. Kondisi itu terjadi sejak dua pekan terakhir di bulan Agustus lalu.

“Ombak semakin besar, banyak nelayan pulang akibat tidak bisa melabuhkan pukat. Sejak pertengahan Agustus lalu hingga kini cuaca buruk masih melanda perairan Selat Malaka. Ombak setinggi tiga meter disertai angin kencang membuat kami enggan melaut,” kata Bahrumsyah.

Akibat cuaca yang tidak bersahabat, nelayan mengaku jumlah tangkapan menurun dalam dua pekan terakhir sehingga membuat harga ikan melonjak drastis.

“Cuaca yang tak menentu membuat tangkapan ikan kami menurun. Dalam sehari saja boat kami ada yang pulang tidak berani bertahan di tengah laut,” ucap salah satu toke ikan di TPI Idi, Sayuti.[](ihn)

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar