TERKINI
NEWS

Cek Mad Tanya Angka IPM, Ini Kata F Rozi

LHOKSEUMAWE -  Calon Bupati Aceh Utara nomor urut 1 Muhammad Thaib (Cek Mad) menanyakan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Utara saat ini kepada Cabup…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.7K×

LHOKSEUMAWE –  Calon Bupati Aceh Utara nomor urut 1 Muhammad Thaib (Cek Mad) menanyakan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Utara saat ini kepada Cabup nomor urut 4 Fakhrurrazi H. Cut (F. Rozi). Pertanyaan itu dilontarkan Cek Mad dalam debat publik Pilkada Aceh Utara di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Rabu, 8 Februari 2017, sore.

Namun, F. Rozi tidak menjawab soal berapa persen IPM Aceh Utara. Menurutnya, Aceh Utara saat ini termasuk daerah termiskin. Kata dia, dulunya Aceh Utara tidak pernah butuh dana dari APBA, karena dana bagi hasil migas luar biasa banyak. Namun, kondisi Aceh Utara saat ini malah merosot.

“Tentunya saya ada bukti. 10 tahun Aceh Utara pisah dengan Lhokseumawe, tapi hingga hari ini belum ada kantor pemerintahan sendiri,” kata F. Rozi.

F. Rozi mengatakan, jika dirinya terpilih akan meningkatkan sektor pertanian, jalan dan irigasi. “Saya nantinya akan ajak seluruh stakeholder bersama membangun Aceh Utara lebih baik lagi,” ujarnya.

Cek Mad usai acara debat itu kepada portalsatu.com mengatakan, terlihat kandidat nomor urut 4 tidak memahami kondisi terkini Aceh Utara.

Dalam debat itu, Cek Mad yang diusung Partai Aceh tampil bersama wakilnya (cawabup) Fauzi Yusuf (Sidom Peng). Sedangkan F. Rozi bersama wakilnya Mukhtar Daud. Pasangan jalur perseorangan ini disebut Fa-Tar. Dua pasangan cabup-wabup lainnya ialah nomor urut 2 Muhammad Nasir-T. Muttaqin (diusung PPP, NasDem dan Golkar), dan nomor urut 3 Syamsuddin (Ayah Panton)-Muhammad Jamil dari jalur perseorangan.

Dikutip dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).

Adapun manfaatnya: IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk); IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara; Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar