TERKINI
EKBIS

Bulog Sigli akan Gelar Lagi Operasi Pasar Gula Pasir

SIGLI – Bulog Cabang Sigli berencana menggelar operasi pasar gula pasir tahap berikutnya di Pidie dan Pidie Jaya untuk mengantisipasi melonjaknya harga salah satu bahan pokok…

MURTI ALI LINGGA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 808×

SIGLI – Bulog Cabang Sigli berencana menggelar operasi pasar gula pasir tahap berikutnya di Pidie dan Pidie Jaya untuk mengantisipasi melonjaknya harga salah satu bahan pokok itu.

Sebelumnya pada Mei lalu sudah digelar operasi pasar di Pidie dan Pidie Jaya. Sebanyak 100 ton gula pasir dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram.

Kepala Bulog Cabang Sigli, Muammar, kepada portalsatu.com, Rabu, 10 Juni 2020, mengatakan harga gula di pasar saat ini masih tinggi, sehingga perlu dilakukan operasi pasar lagi.

“Kita sudah mengajukan ke pusat untuk dapat membantu 100 ton lagi. Dalam waktu dekat akan ada pasokan lagi untuk kita distribusikan sebagai antisipasi tingginya harga barang,” ujarnya.

Muammar menjelaskan, dalam bulan Ramadan lalu, pihaknya sudah menggelar operasi pasar dengan sasaran konsumen akhir atau rumah tangga, harga jual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram. 

Alasan Bulog menjual ke sasaran langsung konsumen akhir, karena pasokan gula bertahap sehingga tidak mencukupi jika dibagikan kepada pedagang grosir.  Tahap pertama masuk 25 ton, tahap kedua 25 ton dan tahap ketiga sebanyak 50 ton.

“Jadi, saat itu langsung kita gelar dua tempat operasi pasar, di depan Gudang Bulog, Tijue, Kecamatan Pidie, dan depan Gudang Bulog Meureudu,  Pidie Jaya,” papar Muammar.

Namun, kata Muammar, saat pasokan ke depan pihaknya akan menyalurkan kepada pedagang grosir di dua kabupaten wilayah kerja Bulog Cabang Sigli, yakni Pidie dan Pidie Jaya, dengan harapan kelangkaan gula pasir dan harganya dapat kembali stabil.

Menurut salah seorang warga kota Sigli, Asnawi, harga gula saat ini di tingkat pengecer masih tinggi mulai Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram. 

“Harga gula ada perubahan, dari sebulan lalu sempat Rp20 ribu, kini sudah turun menjadi Rp15 ribu per kilogram. Tapi harga itu masih tinggi menurut kami pengguna,” ungkap Asnawi.[]

MURTI ALI LINGGA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar