KEBAKARAN terjadi di atas bukit kawasan kolam pemandian Mata Ie, diduga akibat puntung rokok yang dicampak sembarangan di jalan tersebut.
Neldi Wannira, dari Damkar Aceh Besar yang masih berada di lokasi sore tadi mengatakan, apinya di atas bukit sudah aman.
“Satu unit mobil damkar stanbay untuk eksekusi api, apabila ada titik api kembali, karena asap juga masih terlihat, kalau angin kencang, apinya akan nyala kembali, makanya kita stanbay sampai benar benar stabil,” katanya kepada Portalsatu.com, sekitar pukul 17.00 di lokasi kejadian, Senin 24 Juli 2017..
Menurutnya, saat melakukan pemadaman di atas bukit, cara kerjanya mengunakan water canon, dengan cara ditembak airnya ke atas bukit.
“Kita yang stanbay 12 orang personil, dengan 2 unit mobil, karena kondisi sudah kondusif, satu mobil bergerak ke pos, untuk jaga jaga ada kejadian di tempat lain. Kronologinya, berdasarkan informasi, bahwa ada kejadian kebakaran di Mata Ie, kita langsung kelokasi sekitar pukul 11.00 siang tadi. Dugaan sementara akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan, karena titik api berasal dari bawah dekat jalan dan menjalar sampai ke atas bukit,” katanya.
Menurutnya, proses pemadaman dibantu oleh TNI Polri, Rapi dan damkar Aceh Besar, api dapat dipadamkan pada pukul 2 siang tadi, kita bekerja dari pukul 11.30 sampai pukul 2 masih memadamkan api.
“Yang di atas bukit kita lakukan secara manual, dengan cara dipukul dengan dedaunan, sementara water canon jangkauan airnya terbatas, sehingga yang paling atas menggunakan manual di areal perbukitan,” sebutnya.
Ia tambahkan, kemungkinan apinya kalau ada angin kencang akan terjadi lagi.
Sersan Mayor Alsukma R, dari Batu ut Koramil setempat, yang masih berada di lokasi mengatakan, sumber apinya diduga dari puntung rokok, angin kencang dan di tiup, sehingga menjalar sampai ke bukit.
Menurutnya, saat api tetjadi petugas langsung turun, pada pukul 13.15, wib, sementara ini petugasnya terus mengawasi.
“Saat pemadaman kita juga menggunakan racun api isi tabung lima kilo, sebanyak lima tabung yang kami gunakan saat pemadaman di atad bukit,” katanya.
Menurutnya, saat malam biasanya api akan keluar lagi, kalau dilihat menyerupai ular.
Ibnu, warga setempat, yang berjualan keliling di lokasi kejadian menambahkan, kejadian seperti ini yang ketiga kali sejak dibangun pos Polisi untuk mengawasi pemancar.
Amatan Portalsatu.com, sore tadi di lokasi masih terlihat dua damkar dan sejumlah TNI dan petugad Damkar yang menunggu apinya stabil, terlihat juga di pinggir jalan asap masih keluar dari benda yang terbakar. Di pertengahan jalan menuju ke atas bukit, terlihat bekas api yang membakar ilalang, juga terlihat petugas TNI yang baru turin mengevakuasi api.[]