BANDA ACEH - Ketua DPR Aceh, Tgk. Muharuddin, mempertanyakan data yang dikeluarkan BPS terkait dengan jumlah warga miskin di seluruh Indonesia. Dalam data itu disebutkan…
BANDA ACEH – Ketua DPR Aceh, Tgk. Muharuddin, mempertanyakan data yang dikeluarkan BPS terkait dengan jumlah warga miskin di seluruh Indonesia. Dalam data itu disebutkan Aceh adalah provinsi termiskin di Sumatera.
“Kita harus tahu indikator apa saja yang dipakai BPS untuk mengukur kemiskinan,” ujar Tgk. Muharuddin kepada portalsatu.com, Rabu, 19 Juli 2017.
Ia mengatakan jika kemiskinan diukur hanya dengan beberapa indikator sampel saja, maka data tersebut dapat dikatakan tak sepenuhnya valid. Ditambah lagi hal apa yang menjadi dasar kesimpulan data BPS itu.
“Fakta di lapangan tidak demikian. Kita bisa bandingkan secara kasat mata, Aceh dengan provinsi lain di Sumatra,” kata Tgk. Muhar.
Namun, ia sangat sepakat jika BPS menyebut perekonomian Aceh lemah terlebih di awal triwulan. Ia juga mengamini jika data menyebutkan perekonomian Aceh tergantung APBA.
“Ini yang harus menjadi perhatian kita. Ekonomi Aceh jangan hanya berpantok pada APBA semata, dunia usaha harus dikembangkan. Lulusan luar negeri harus kembangkan sektor swasta dan tak mesti harus jadi PNS,” katanya.[]