"Apakah kita akan mati sebagai separatis atau pahlawan, atau kita akan menambah daftar pengkhianat di negeri ini." KUTIPAN di atas merupakan salah satu dialog yang sengaja…
“Apakah kita akan mati sebagai separatis atau pahlawan, atau kita akan menambah daftar pengkhianat di negeri ini.”
KUTIPAN di atas merupakan salah satu dialog yang sengaja dikutip Musa AM, penulis novel “Sang Kombatan”. Makna kutipan ini begitu melekat di pikiran saya saat membaca buku yang baru diterbitkan pada Agustus 2017 ini.
Sang Kombatan merupakan cerita fiksi yang diambil dari kisah nyata perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sesaat setelah penerapan darurat militer diberlakukan di Aceh. Alur cerita buku ini menarik. Mengambil latar pertempuran GAM, kehidupan para kombatan, dan kisah pribadi mereka selama mengangkat senjata.
Dalam buku setebal 647 halaman ini, penulis yang adalah Murdani Abdullah Musa, mengajak pembaca untuk melintasi dimensi waktu ke pedalaman Aceh. Saat Aceh masih marak dengan suara senjata dan derap sepatu lars para tentara. Saya melihat Sang Kombatan lebih menitikberatkan pada kisah GAM Pase. Apalagi sosok utama dalam kisah ini disebut-sebut sebagai orang berpengaruh di komando wilayah tersebut.
Buku cetakan Media Aceh Group ini turut mengisahkan bagaimana kebenaran sejarah perang GAM-RI di lapangan. Termasuk kenapa para pemuda Aceh yang rela mengangkat senjata menuntut keadilan dari pusat. Di buku ini, penulis juga turut memaparkan bagaimana strategi gerilya GAM masa konflik melanda Aceh. Salah satunya cara mereka bertahan hidup selama di hutan serta bagaimana memposisikan diri saat dikepung TNI/Polri.
Buku ini sangat menarik dibaca. Apalagi penulisnya berlatarbelakang wartawan sehingga mampu mereportasekan situasi tempat kejadian secara detil saat bercerita. Saat saya membaca novel ini, saya seakan-akan berada di lokasi bersama para tokoh yang diceritakan tersebut.
Novel Sang Kombatan merupakan karya populer yang patut diburu. Apalagi garis besar buku ini menceritakan sejarah Aceh di masa konflik. Novel ini dijual seharga Rp150 ribu per unit. “Untuk masa promosi Rp100 ribu selama Agustus 2017,” ujar Murdani Abdullah.[]