Tiongkok atau China adalah bangsa yang tua karena beribu-ribu tahun sebelum masehi, Tiongkok sudah menjadi bangsa yang besar bersama dengan Romawi, Yunani, Persia, India, dll.…
Tiongkok atau China adalah bangsa yang tua karena beribu-ribu tahun sebelum masehi, Tiongkok sudah menjadi bangsa yang besar bersama dengan Romawi, Yunani, Persia, India, dll. Ini adalah bangsa-bangsa tua yang ribuan tahun Sebelum Masehi sudah dikenal dalam sejarah.
Ini merupakan tahun kedua saya berada di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok, tentu saja banyak hal yang saya dapatkan pada kehidupan rakyat Tiongkok. Sambil menyelam minum air mungkin inilah sebuah prinsip saya untuk terus menerus belajar pada negara yang di juluki Negara Tirai Bambu ini untuk mengenali kehidupan dan keseharian rakyat Tiongkok.
Dalam setiap langkah ke sana ke mari saya berjalan, tentu saja secara tidak langsung saya telah diajarkan oleh alam dan kehidupan sekitar tentang bagaimana cara melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu positif maupun negatif. Namun, hakikatnya kita sebagai manusia yang telah diberikan akal sudah suatu keharusan untuk mengambil suatu kebaikan dari sisi positif dan menjauhkan diri dari sisi negatif.
Saya ingin menyampaikan sesuatu yang menarik tentang rakyat Tiongkok kepada kita semua. Dengan perjalanan ini, saya menjadi lebih mengerti kenapa Rasulullah SAW menganjurkan kita supaya mencari ilmu, sekalipun ke Negeri China/Tiongkok.
Pada keseharian kehidupan rakyat Tiongkok ini terbilang cukup unik baik itu tentang sosial maupun kehidupan pribadi. Kita melihat pada bagian sosial dahulu, bahwa China sangat mendisiplinkan diri baik itu hal yang kecil maupun hal besar.
Jika kita melihat dari segi ekonomi Tiongkok ini adalah bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi dan pekerja keras. Dalam satu hari, orang China mampu bekerja selama 12 jam, padahal kita saja yang berkerja 8 jam sehari sudah merasa berat. Di samping sebagai pekerja keras, orang China adalah pekerja cerdas. Sekarang ini, tidak ada satu barang pun di dunia ini yang tidak ditiru oleh Negara China . Boleh kita katakana Tiongkok/China adalah macan di Asia saat ini.
Akhirnya ekonomi China meledak dan berkembang sangat pesat. Kenapa?, karena bangsa China itu tidak suka hidup mewah, di samping karena budaya, juga karena faktor politik Komunisme yang dianut. Jadi, Negara China itu dari Komunis, bergeser ke arah Sosialis yang agak longgar, bahkan sekarang menjadi Kapitalis, namun bukan dikapitalisi oleh orang lain.
Hidup bangsa China tetep sederhana, karena mereka mempunyai budaya yang mengacu kepada filsafat Konghucu. Sekalipun bangsa China adalah komunis yang menganut ajaran tidak bertuhan (atheisme)
Saya melihat bangsa China ini memang aneh. Mereka lebih mendulukan bekerja dari pada makan. Jumlah yang dimakan harus di bawah hasil kerja. Sebenarnya makannya orang China itu banyak sama dengan makanya orang Arab, akan tetapi karena mereka berolah-raga terus, sehingga jarang yang gemuk.
Meskipun demikian, mereka jarang naik sepeda motor. Saya lihat di kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok, kalau orang mau bepergian yang jaraknya kurang dari 1 KM, maka mereka memilih jalan kaki, kalau lebih dari 1 KM, mereka memilih naik sepeda, dan kalau lebih dari 5 KM, maka mereka memilih naik bus. Kalau sudah kaya betul, baru mereka mempunyai mobil, itupun jarang dipakai, karena mereka lebih suka naik bus sekalipun sudah mempunyai mobil sendiri. Alasan mereka sederhana dan rasional, yaitu jalan kaki itu lebih hemat, lebih sehat, lebih selamat, dan anti-polusi.
Orang Barat itu hebat dalam hal penelitian dan penemuan. Mereka meneliti sampai bisa menemukan listrik, kereta api, silinder, dsb. Adapun masalah berdagang dan mencari rezeki, jagonya adalah China . Sedangkan kalau makan tapi tidak kerja, jagonya adalah orang Indonesia . Jadi, orang Indonesia itu maunya, kalau kerja tidak berkeringat, tapi kalau makan, harus berkeringat. Berarti di sini kita mengalami hambatan budaya untuk maju.
Ini semua membuat saya mikir-mikir, seandainya ibadah, tauhid, dan akhlaq kita digandengkan dengan etos kerjanya orang China/Tiongkok, maka saya kira, itulah yang dimaksud oleh Hadits Rasulullah SAW “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok pagi.”
Setiap negara semua punya sisi positif dan negatifnya, baik itu pada negara Tiongkok maupun Indonesia atau negara lainnya, tergantung bagaimana kita melihat pada sisi yang mana. Tidak bisa di pungkiri bahwa setiap negara punya sisi baik dan buruknya hanya saja kita mau melirik sisi yang mana.
Kalau kita melihat pada hubungan sosial yang muda bertenaga juga sehat sangat menghargai yang tua, menyayangi anak kecil dan ibu hamil ini yang pastinya membutuhkan tempat duduk untuk dipersilakan duduk pada tempat duduknya dan bersedia bangun dari bangku yang ia duduki ini dengan segala kerendahan hati juga ikhlas baik itu dalam Metro/ subway maupun bus umum.
Semoga sisi positif gaya hidup orang China/Tiongkok ini bisa kita jadikan acuan untuk mendisiplinkan diri dalam membangkitkan gairah dalam membangun negri . Tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan dan perubahan.[]
Helmi Suardi adalah Mahasiswa asal Seuneubok Padang Teunom Aceh Jaya, penerima Beasiswa China Scholarship Council pada Program Master Jurusan Developmental and Educational Psychology di Huazhong University of Science and Technology.