TERKINI
NEWS

”Bela Negara Jangan Diartikan Sempit”

JANTHO -- Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, bela negara dapat diwujudkan melalui penguatan karakter diri dalam berkepribadian, berbudaya serta menjunjung tinggi rasa cinta kepada tanah…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 946×

JANTHO — Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, bela negara dapat diwujudkan melalui penguatan karakter diri dalam berkepribadian, berbudaya serta menjunjung tinggi rasa cinta kepada tanah air. Karena itu semangat bela negara jangan diartikan sebagai gerakan wajib militer atau militerisasi, akan tetap lebih kepada upaya membangun sikap anak negeri untuk menyadari hak dan kewajibannya bagi negara.

Penegasan itu disampaikan Irwandi Yusuf melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Dermawan pada upacara Pelatihan Pembentukan Kader Bela Negara bagi Masyarakat Aceh di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan RI bekerjasama dengan Kesbangpol Aceh yang dipusatkan di Lapangan Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Kamis, 28 September 2017.

“Apapun profesi yang digeluti, bela negara adalah kewajiban yang harus kita junjung demi tegaknya marwah dan kelangsungan hidup bangsa. Makna bela negara sangat luas. Para guru, tenaga kesehatan, dan profesi lain yang menjalankan perannya di daerah terpencil, juga bisa dikatakan sedang melakukan bela negara,” ujar Dermawan.

Selain itu, sambung Sekda, para atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa, bisa pula dikategorikan sebagai bela negara. Termasuk mereka yang aktif menjaga kelestarian budaya, peduli pada lingkungan, aktif mencegah penyalahgunaan narkoba, gerakan melawan kejahatan, dan juga para pejabat negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab, semua itu adalah bagian dari bela negara.

Oleh karena itu, Sekda mengajak semua pihak untuk memahami dan tidak mengartikan bela negara secara sempit. Untuk itu, Dermawan mengajak semua pihak untuk menyosialisasikan pemahaman ini secara lebih masif agar semangat bela negara menjadi spirit bagi setiap rakyat Indonesia.

Lebih lanjut Sekda mengingatkan, bahwa untuk terlibat aktif dalam bela negara tentu membutuhkan jasmani yang sehat, fisik yang kuat, serta semangat perjuangan yang tinggi. Oleh sebab itu latihan fisik dan mental selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari semangat bela negara.

“Latihan fisik dan mental sangat dibutuhkan, selain untuk membentuk jasmani yang sehat dan disiplin yang tinggi, juga untuk mendidik kita agar memiliki semangat pantang menyerah. Spirit itulah yang akan diajarkan kepada saudara-saudari mulai hari ini. Dengan memahami spirit itu, saudara diharapkan dapat lebih memaknai semangat nasionalisme dan bela negara,” kata Sekda.

Sekda berharap, pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi pedoman untuk memperkuat semangat saudara-saudari agar lebih cinta kepada bangsa dan negara, sehingga dengan segenap jiwa raga siap menjalankan misi bela negara dari berbagai potensi yang mengusik kedaulatan bangsa.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar