TERKINI
SERBA SERBI

Begini Sosok Mante dalam Ingatan Haji Uma

Mante bisa membersihkan rumah dan berbicara seperti manusia

MURDANI ABDULLAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 3.1K×

BANDA ACEH – Video pertemuan para crosser dengan makhluk kerdil yang kemudian diduga adalah Mante, di belantara Aceh, masih menyita perhatian publik.

Banyak yang beranggapan agar pemerintah menaruh perhatian besar untuk hal ini. Namun, ada pula yang meminta agar pihak terkait tidak mengganggu eksistensi Mante tersebut sekaligus meragukan keaslian video yang diunggah Fredography di YouTube.

Lantas bagaimana pendapat Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau dikenal Haji Uma?

Kepada portalsatu.com, Rabu, 5 April 2017, Haji Uma menyebutkan isu Mante sebenarnya belum mendapat respon dari pusat. Dia juga menganggap Mante adalah masa lalu.

“Bagi saya, kalau Mante masih ada, itu perlu dilindungi,” kata Haji Uma.

Dia menyebutkan, Aceh memiliki Badan Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA. Menurut Haji Uma, badan pemerintah tersebut memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan.

“Termasuk flora dan fauna,” katanya.

Haji Uma mengakui keluarganya pernah akrab dengan makhluk Mante. Dia menceritakan neneknya dulu pernah memelihara Mante, sekitar tahun 1957. 

Mante nyan meubule, tapi nyoe ka trep ta pelihara, bulee nyan duroh, lagee ureung jih,” kata Haji Uma.

Namun, Haji Uma, menampik bahwa Mante itu adalah manusia. Dia tidak berani menyebutkan Mante itu masuk kategori manusia. Hal tersebut disebabkan karena Mante tidak memiliki budaya, berbeda dengan suku-suku pedalaman yang ada.

Han teujut kheun nyan manusia,” kata Sudirman lagi.

Menurut sepengetahuan senator asal Aceh ini, Mante tidak memiliki komunitas, adat, budaya dan tradisi. Meskipun demikian, Sudirman mengakui Mante tersebut berjalan tegak dan mampu berbicara layaknya manusia.

“Ak…uk..ak.ukk..(bahasa Mante yang tidak dipahami manusia). Jeut dipeugah haba, tapi kon ureung. Menurut cerita Nek lon, malah pernah gobnyan geujak u blang karena ka trep geu pelihara, lhee buleun, watee geuwo rumoh ka peungeh. (Mante bisa berbicara, tapi bukan manusia. Menurut cerita nenek saya, malah pernah beliau pergi ke sawah dan meninggalkan Mante sendirian di rumah karena sudah lama dipelihara, tiga bulan, ketika pulang rumah sudah bersih),” kata Sudirman.

Baca juga: ''Suku Mante Sudah Ada di Aceh Sejak 3000 SM''

Menurut cerita Haji Uma, neneknya kemudian menyelidiki siapa yang membersihkan rumahnya. Ternyata, saat diintai, Mante peliharaan neneknya tersebut yang membersihkan rumahnya.

Jih yang peusaneut. Aleuhnyan, meuseu hana geutanyoe di rumoh, nyan pernah yak intat boh beureukah le mak ih, boh pisang, boh langsat (Dia yang membersihkan rumah. Kemudian, misal tidak ada kita di rumah, itu pernah diantar buah-buahan, pisang, langsat, oleh ibu Mante untuk anaknya yang ada di rumah nenek saya),” ujar Haji Uma.

Haji Uma mengakui kalau saat ini Mante sudah susah ditemukan. Menurutnya kalau suatu daerah sudah terlalu berkembang, Mante akan bersembunyi jauh ke hutan.

Dia menyebutkan pemerintah tidak perlu meneliti keberadaan Mante, karena diyakini masih ada di Aceh. Pun demikian, Haji Uma mengaku tidak bisa mengklarifikasi masuk ke spesies mana Mante tersebut.

Han ta tuoh tundok kepada hukum, nyoe ta kheun manusia, na tradisi, na bahasa yang digunakan. Nyoe Mante hana,” katanya.

Dia menyebutkan jika manusia pastinya akan tunduk kepada hukum yang berlaku. Namun hal itu tidak berlaku untuk Mante, termasuk tidak memiliki kepercayaan layaknya manusia.

“Yang penting jangan saling mengganggu karena masuk dalam kekayaan alam geutanyoe. Bisa juga dimasukkan dalam kategori spesies yang harus dilindungi,” kata Haji Uma.

Baca juga: Pengakuan Warga Beutong: Aneuk Lon Na Tom Diba Le Awak Meubalek Gaki

Mantan komedian Aceh ini juga menjelaskan ciri-ciri Mante yang sangat takut kepada manusia. Kakinya terbalik, berbulu halus, menyerupai manusia, tetapi kerdil. “Tingginya mungkin hanya sekitar anak-anak SD. Itu ada, kon na geukheun lage Mante, teutaheu-taheu. Ngeut tapi lage ureung, tapi ngeut. Nyoe na geukheun meunan berarti Mante nyan na. Kiban geupeusama nyoe hana dasar. Meunyo maop yang hana jelas. Nyoe Mante na, makhluk ubeut menyerupai manusia meubule lage binatang, Mante kon maop,” katanya.[]

MURDANI ABDULLAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar