Di Kabupaten Bireuen, maulid nabi dirayakan dengan menggelar kenduri untuk menjalin silaturahmi. Masyarakat setempat membawa kenduri ke meunasah dan masjid menggunakan idang atau hidangan yang terbungkus kain berisikan berbagai masakan khas Aceh. Ini terlihat seperti di Meunasah Krueng Samalanga, Bireuen, beberapa waktu lalu.
Perayaan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad saw., dengan menggelar keunduri/khanduri molod (kenduri maulid) sudah menjadi tradisi dalam masyarakata Aceh.
Masyarakat turut menghias bangunan meunasah/surau dan pekarangannya dengan berbagai pernak pernik, sehingga tampak menarik dan meriah. Ini terlihat pula di Meunasah Meulik, Samalanga.
Pada hari tersebut juga dimeriahkan dengan lantunan selawat, dalail khairat atau zikir maulid yang dibawakan para santri dan pemuda. Setelah itu dilanjutkan makan kenduri bersama.