TERKINI
NEWS

BBPOM Temukan Kerupuk Mengandung Bahan Berbahaya di Banda Aceh

BANDA ACEH - Tim Balai Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan kerupuk dan mi tepung mengandung boraks dan formalin di sejumlah pasar di Kota…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 833×

BANDA ACEH – Tim Balai Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan kerupuk dan mi tepung mengandung boraks dan formalin di sejumlah pasar di Kota Banda Aceh saat inspeksi mendadak.

Kepala BBPOM Aceh, Dra.Sjamsuliani, Apt., M.M., saat konferensi pers, 14 Juli 2017, mengatakan, sidak ini menindaklanjuti instruksi Gubernur Aceh. “Kita lakukan pada beberapa tempat yang menjadi sampel,” katanya di kantor BBPOM Aceh.

“Sidak tersebut dilaksanakan dalam beberapa hari terakhir di sejumlah pasar tradiosional yang berada di kawasan Kota Banda Aceh dan sekitarnya,” kata Sjamsuliani.

Menurutnya, produk olahan yang diamankan itu mengandung zat kimia berbahaya berupa boraks dan formalin yang selama ini dijual pedagang di Pasar Ulee Kareng, Pasar Penayong, Pasar Rukoh, Pasar Kampung Baro, Pasar Seutui, Pasar Peuniti dan Pasar Lambaro.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim guna menelusuri darimana pedagang mendapatkan bahan berbahaya tersebut.

“Untuk para pedagang yang kedapatan menggunakan bahan berbahaya tersebut akan kita lakukan pembinaan. Kita juga akan pantau trackrecord-nya, apabila melakukan lagi maka harus ada penindakan,” katanya.

Sjamsuliani menyebutkan, setelah diberi peringatan, jika tidak ada perubahan maka pedagang dan produsen bahan berbahaya itu akan ditindak secara hukum hingga pencabutan izin usaha.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif menambahkan, “Efek mengonsumsi bahan berbahaya seperti formalin dan boraks ini akan berakibat kangker dalam jangka waktu lama, tergantung jumlah kandungan yang dikonsumsi”.

Hanif mengaku suka makan kerupuk goreng yang diperlihatkan dalam konferensi pers hasil sitaan BBPOM dari tempat usaha para pedagang dan produsen di Banda Aceh.

“Seperti kerupuk ini kadar efeknya tidak langsung, habis dikonsumsi kadarnya akan dikeluarkan melalui urine. Namun tetap masih ada yang tersisa dalam tubuh, sehingga semakin banyak dikonsumsi maka akan menumpuk, di dalam organ manusia di mana zat tersebut menumpuk maka disitulah akan terjadi kangker,” katanya.

Konferensi pers tersebut juga dihadiri Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh Walqah Helmi dan Kadis Disperindagkop Kota Banda Aceh Rizal Junaidi.[]

Laporan Taufan Mustafa

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar