LHOKSEUMAWE Baitul Mal Lhokseumawe belum menyalurkan bantuan konsumtif Rp300 ribu per orang untuk ribuan fakir miskin bersumber dari dana zakat. Bantuan produktif atau modal…
LHOKSEUMAWE Baitul Mal Lhokseumawe belum menyalurkan bantuan konsumtif Rp300 ribu per orang untuk ribuan fakir miskin bersumber dari dana zakat. Bantuan produktif atau modal usaha Rp1 juta per orang dan rehabilitasi ringan untuk ratusan rumah kaum dhuafa Rp4 juta per unit juga belum disalurkan.
Informasi diperoleh portalsatu.com, Jumat, 16 Desember 2016, sejak sepekan terakhir, saban hari ada sejumlah warga fakir miskin calon penerima bantuan konsumtif dan calon penerima bantuan rehab rumah mendatangi Sekretariat Baitul Mal Lhokseumawe. Mereka mempertanyakan mengapa bantuan dari dana zakat belum dicairkan.
Untuk penyaluran tahap kedua, senif fakir miskin mencapai 2.040 orang dari 68 gampong se-Kota Lhokseumawe, per gampong 30 orang dengan jumlah bantuan Rp300 ribu per orang. Dana bantuan itu belum disalurkan, kata sumber portalsatu.com.
Menurut sumber itu, bantuan modal usaha untuk 300 orang tersebar di 68 gampong, per orang Rp1 juta juga belum disalurkan. Awalnya, mereka mengajukan proposal, kemudian diverifikasi ke lapangan dan dinilai layak untuk dibantu. Calon penerima modal usaha itu adalah pengusaha kecil seperti pedagang mi caluk, bandret, jajanan anak sekolah, dll., ujarnya.
Selain itu, dialokasikan pula bantuan beasiswa santri Rp1 juta per orang untuk 100 lebih santri. Sedangkan bantuan rehab rumah warga miskin (rehab ringan) untuk 300 unit masing-masing Rp4 juta.
Pembangunan rumah kaum dhuafa atau fakir miskin tahun ini 30 unit, sudah selesai dibangun sekitar 18 unit oleh kontraktor, kabarnya dananya juga belum cair. Namun khusus untuk pembangunan rumah itu, pencairan dananya melalui DPKAD (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah). Baitul Mal hanya mengeluarkan rekomendasi atau menandatangani berita acara, ujar sumber itu.
Kepala Baitul Mal Lhokseumawe Tgk. Baihaqi mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan penyaluran bantuan Rp300 ribu per orang untuk ribuan warga fakir miskin dari dana zakat. Menurut berita sampai hari ini, kemungkinan Senin besok sudah bisa kita salurkan untuk ribuan warga gampong Rp300 ribu per orang, kata dia menjawab portalsatu.com lewat telpon seluler, Sabtu, 17 Desember 2016, malam.
Tgk. Baihaqi akrab disapa Tgk. Boy menjelaskan, bantuan konsumtif tahap kedua Rp300 ribu per orang untuk ribuan warga fakir miskin belum disalurkan lantaran data calon penerima terlambat masuk ke Baitul Mal. Tahap pertama sudah kita salurkan untuk ribuan warga sebelum bulan puasa lalu. Yang tahap keduanya ini untuk ribuan warga lainnya atau puluhan warga per gampong datanya telat masuk. Karena kita harus mengecek lagi data calon penerima bantuan agar tidak tumpang tindih dengan calon penerima modal usaha, ujarnya.
Sedangkan bantuan produktif atau modal usaha Rp1 juta per orang untuk ratusan warga, kata Tgk. Boy, kemungkinan akan ditunda penyalurannya sampai Januari 2017. Takutnya tidak siap kita buat pertanggungjawaban kalau kita salurkan dalam bulan ini. Jadi, kemungkinan akan disalurkan pada Januari 2017. Begitu juga untuk bantuan rehab ringan rumah, kata Tgk. Boy.
Tgk. Boy membenarkan tahun ini ada pembangunan 30 rumah kaum dhuafa atau fakir miskin dengan dana Rp65 juta lebih per unit. Sebagian di antaranya, kata dia, telah selesai dibangun oleh kontraktor. Pencairan dana pembangunan rumah itu, kata dia, bukan melalui Baitul Mal. Kita hanya menandatangani berita acara saja, ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPKAD Lhokseumawe T. Maimun dihubungi terpisah, Sabtu malam, menolak memberikan penjelasan terkait persoalan anggaran. (Menyangkut anggaran) mohon ditanyakan kepada Pak Sekda, karena saya hanya Plt., kata dia.[](idg)