BANDA ACEH – Dunia pendidikan Indonesia kembali heboh dengan terbitnya sebuah buku panduan yang di dalamnya berisi revisi terhadap kalimat Allah. Adalah buku “Materi Layanan Klasikal Bimbingan Konseling” untuk pelajar SMP/SLTP kelas 7 yang memuat revisi Allah menjadi Tuhan itu.
Buku ini disusun oleh Drs Slamet Riyadi, M.Pd, Kona., H. Rochmanuddin, MM, dan Dra Narni. Sementara penerbitnya adalah Paramitra Publishing, yang beralamat di Ngaglik Sleman, Yogyakarta.
Tepatnya di halaman 77, buku ini membahas beberapa poin mengenai cara bersyukur. Namun, hal paling krusial ada di poin b yang membahas bagaimana cara bersyukur dengan ucapan. Dalam buku itu dituliskan, “Bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk mengatakan syukur kita kepada Tuhan adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkan subhana Tuhan, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Tuhan, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu lil Tuhan, maka baginya 30 kebaikan.”
Tiga kata dalam hadis Rasulullah yang diubah itu adalah “subhanallah” menjadi “subhana Tuhan”, “la ilahaillallah” menjadi “la ilaha illa Tuhan”, dan “alhamdulillah” menjadi “alhamdu lil Tuhan”.
Revisi kalimat pada hadis Rasulullah ini tentu mendapat reaksi dari netizens. Mereka menilai, penerbit telah melakukan kesalahan fatal karena ini menyangkut tentang kalimat tauhid yang sakral dalam agama Islam. Terutama untuk kalimat la Ilaha Illallah yang artinya tiada tuhan selain Allah.