LHOKSEUMAWE – Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang, Zakaria, mengatakan angin kencang disertai hujan deras yang melanda Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara disebabkan karena adanya pertumbuhan awan cumulonimbus. Akibatnya, aktivitas nelayan dan penerbangan menjadi terganggu, bahkan satu unit rumah berkontrusi kayu rusak parah tertimpa pohon.
Menurut hasil amatan kami, pembentukan awan Cumolonimbus sangat mudah terjadi, sehingga terjadinya angin kencang disertai dengan hujan deras hingga intensitas petir yang lebih banyak, kata Zakaria kepada portalsatu.com, Kamis, 1 Desember 2016.
Zakaria menyebutkan kecepatan angin tersebut mencapai di atas 40 kilometer per jam, dan dapat mengganggu penerbangan. Apabila ada pesawat yang ingin landing atau take off, maka kita tidak izinkan apabila sedang terjadi angin tersebut, kata Zakaria.