TAPAKTUAN – Ahlus Sunnah Waljama'ah (Aswaja) Aceh Selatan berencana menggelar aksi demo terhadap Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 26 November 2016 mendatang.
Langkah itu akan dilakukan jika dalam perkembangan proses pengusutan terhadap Ahok terkait dugaan tindak pidana penistaan agama oleh Mabes Polri belum mendapat sebuah kepastian hukum yang jelas.
Ketua Aswaja Aceh Selatan Tgk. Hamdani mengatakan, rencana akan menggelar aksi damai bela Islam susulan terhadap Ahok tersebut telah diputuskan dalam rapat pengurus Aswaja di Dayah Babul Huda, Desa Pasie Asahan, Kecamatan Kluet Utara, Sabtu, 12 November 2016.
Dalam rapat tersebut membicarakan tentang isu-isu agama, akidah dan perkembangan bangsa. Masalah agama atau akidah antara lain juga membahas masalah Ahok. Aswaja Aceh Selatan sepakat mengawal kasus Ahok. Jika penegak hukum masih lambat memutuskan masalah dugaan penistaan Alquran, maka relawan Aswaja akan melakukan aksi demo di Tapaktuan tanggal 26 November 2016 yang akan diikuti sejumlah santri dayah se-Aceh Selatan, kata Tgk. Hamdani yang juga pimpinan Dayah Babul Huda kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa 15 November 2016.
Menurut Tgk. Hamdani, rapat yang dipimpin sekretaris umum Aswaja Tgk. Ilham Mirsal tersebut, menyikapi telah keluarnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru Aswaja Aceh Selatan yang ditandatangani Ketua Aswaja Provinsi Aceh Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjungan.
Rapat ini, kata Tgk. Hamdani, turut dihadiri perwakilan Aswaja dari setiap kecamatan se-Aceh Selatan dan beberapa ulama pimpinan dayah, pimpinan TPA dan balai pengajian. Di antaranya, Abon Baha Pelumat, Tgk. Muhammad Jauhari Syam Meukek, Tgk. Marsiadi Sawang, Tgk. Junaidi Samadua, Abi Basri Pasie Raja, Tgk. Helmi Kluet Selatan, Tgk. Zakaria Kluet Tengah, Tgk. Sulijar Kluet Timur, Tgk. Zulkarnaini Trumon dan Tgk. Sudirman Tapaktuan serta Ketua FPI Aceh Selatan Tgk. Ali Imran Panton Bili.
Sekretaris Umum Aswaja Aceh Selatan Tgk. Ilham Mirsal, menjelaskan, kesepakatan rapat tersebut selain merekrut dan menyusun kepengurusan Aswaja tingkat kecamatan hingga gampong, juga menentukan hari pengukuhan atau pelantikan pengurus Aswaja Aceh Selatan oleh Wakil Gubernur Aceh non-aktif yang juga calon Gubernur Aceh diusung Partai Aceh Muzaki Manaf akrap disapa Mualem.
Menurutnya, Aswaja Aceh Selatan siap memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang diusung Partai Aceh Muzakir Manaf dan T. A. Khalid. Kakat dia, kemenangnan Mualem sama dengan kemenangan Aswaja di Bumi Aceh.
Relawan Aswaja Aceh Selatan menilai hanya Mualem satu-satunya umara (pemimpin) yang berani lantang menyeru dan menegakkan akidah Ahlus Sunnah Waljama'ah Mazhab Imam Syafii serta adat dayah di Aceh. Ini sudah dibuktikannya saat parade Aswaja se-Aceh beberapa waktu lalu. Sehingga jika beliau nantinya benar-benar terpilih maka akidah Ahlus Sunnah Waljama'ah dapat segera diqanunkan menjadi aturan daerah sehingga di Provinsi Aceh hanya ada satu akidah yaitu Ahlus Sunnah Waljama'ah Asyafiiah, pungkasnya.[]
Laporan Hendrik