DALAM dunia pendidikan itu mempunyai asas-asas tersendiri dalam realisasinya. Asas pendidikan adalah sejumlah ilmu yang secara fungsional sangat dibutuhkan untk membangun konsep pendidikan, termasuk pula dalam melaksanakannnya. Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan sebagai sebuah ilmu sangat membutuhkan dukungan dari ilmu-ilmu lain, seperti ilmu sejarah, psikologi manajemen, sosiologi, antropologi, teologi dan sebagainya. (Abuddin Nata:2005:64).
Dalam hal ini, Hasan Langgulung misalnya menyebutkan adanya enam bidang ilmu yang dibutuhkan oleh pendidikan. Keenam ilmu tersebut adalah ilmu sejarah (historis), ilmu sosial, ilmu ekonomi, ilmu politik, ilmu psikologi dan filsafat. (Abuddin Nata :2005:64).
Selain menggunakan kata asas-asas, dikalangan para ahli pendidikan Islam juga ada yang mempergunakan kata prinsip-prinsip yang menjadi dasar pendidikan Islam. Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani misalnya menyebutkan adanya lima prinsip yang harus digunakan sebagai asas dalam membangun konsep pendidikan Islam. Lima prinsip atau lima asas tersebut adalah prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap jagat raya, prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap manusia, prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap masyrakat, prinsip yang menjadi dasar teori pengetahuan pada pemikiran Islam, dan prinsip-prinsip yang menjadi dasar falsafah akhlak dalam Islam. (Abuddin Nata :2005:66).
Prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap jagat raya mengandung uraian tentang kepercayaan yang mengatakan bahwa pendidikan adalah proses dan usaha mencari pengalaman dan perubahan yang diingini oleh tingkah laku, bahwa jagat raya sebagai suatu selain Allah. (Abuddin Nata : 2005:67).
Penggunaan pandangan jagat raya sebagai asas pendidikan sebagaaimana tersebut diatas, sangat diperlukan, karena dalam pelaksanaannya pendidikan membutuhkan berbagai sarana yang ada di alam jagat raya ini. Selanjutnya prinsip yang menjadi asas pendidikan berupa pandangan tentang manusia mengandung arti kepercayaan bahwa manusia adalah sebagai makhluk yang termulia di alam jagat raya. Ia adalah sebagai makhluk yang berpikir, mempunyai tiga dimensi, yaitu badan, akal dan ruh, sebagai makluk yang dapat menerima warisan yang bersumber dari alam lingkungan, memiliki motivasi dan kebutuhan, memiliki perbedaan antara satu danlainnya, serta mempunyai keluwesan sifat dan dapat berubah. (Abuddin Nata :2005:67).
Selanjutnya prinsip yang menjadi asas pendidikan berupa pandangan tentang manusia mengandung arti kepercayaan bahwa manusia adalah sebagai makhluk yang termulia dialam jagat raya. Ia adalah sebagai makhluk yang berfikir, mempunyai tiga dimensi, yaitu badan, akal, ruh, sebagai makhluk yang dapat menerima warisan yang bersumber dari alam lingkungan, memiliki motovasi dan kebutuhan, memiliki perbedaan antara satu dan lainnya, serta mempunyai keluwesan sifat dan dapat berubah. (Abuddin Nata :2005:68).
Dalam pada itu, pandangan tentang asas masyarakat didasarkan pada pandangan bahwa masyarakat adalah salah satu faktor utama yang memberi pengaruh dalam pendidikan dan kerangka di mana berlangsung proses pendidikan, dan di situ juga berlakunya penentuan tujuan-tujuan, kurikulum, metode dan alat-alat pendidikan. Dan oleh karena itu Islam mempunyai pandangan khusus terhadap masyarakat dan kehidupan, maka haruslah ditentukan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pandangan ini ketika berusaha membina falsafah pendidikan. (Abuddin Nata :2005:69).