Salah satu tradisi di hari lebaran baik Idul Fitri maupun Idul Adha adalah menziarahi kuburan orang tua, guru, ulama, keluarga, kerabat, suami dan berbagai lapisan masyarakat lainnya. Fenomena ini tentunya mengundang pertanyaan bagaimana hukumnya menziarahi kuburan pada hari lebaran, terkadang hanya pada hari itu saja mereka menziarahinya. Apakah ini sesuatu yang dibolehkan dalam pandangan syariat?
Dalam pandangan syariat secara umum, menziarahi kuburan merupakan perkara yang disunahkan. Baginda Nabi semasa hidupnya pernah juga menziarahi perkuburan. Ini sebagaimana dijelaskan di dalam shahih Muslim, Siti Aisyah juga menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah berziarah ke pemakaman Baki sambil berdoa: Semoga keselamatan atas kalian wahai para penghuni (kuburan) dari kaum mukminin. Apa yang dijanjikan Allah kepada kalian niscaya akan kalian dapati esok (pada hari kiamat), dan kami Insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah penduduk Baqi yang mati tenggelam. (H.R. Muslim)
Di antara dalil lainnya disunahkan ziarah adalah sebagaimana hadist berikut. Dari Buraidah, ia berkata Rasulullah SAW bersabda; Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat.
Sementara itu di dalam kitab Kasyf As-Syubuhat, hal. 39 : Hadist dari Hisyam bin Salim: Setelah 75 hari ayahnya ( Nabi Muhammad ) meninggal, Fathimah tidak lagi murung, ia selalu ziarah ke makam para Syuhada dua hari dalam seminggu, yakni setiap Senin dan Kamis, sambil berucap: di sini makam Rasulullah
Sebuah hadist yang diriwayatkan Tirmidzi dan Hakim dalam kitab Nawadir al-Ushul, hadist dari Abdul Ghafur bin Abdul Aziz, dari ayahnya, dari kakaknya, dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: Bahwa amal manusia itu dilaporkan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis, lalu diberitahukan kepada para Nabi, kepada bapak-bapak, ibu-ibu mereka yang lebih dulu meninggal pada hari Jumat. Mereka gembira bila melihat amal-amal baiknya, sehingga tampak wajahnya bersinar putih berseri. (Kitab Kasyf as-Syubuhat; 390)
Saat berziarah, Rasulullah SAW mendoakan yang diziarahi dengan doa sebagai berikut. Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyulul kalian semua. Saya memohon kepada Allah bagi kami dan bagi kalian AlAfiyah (keselamatan). (H.R. Muslim)