BENER MERIAH – Sebanyak 50 guru pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Kabupaten Bener Meriah dilatih mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS selama tiga hari, 11-13 April 2017. Menurut Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP), saat ini tercatat 11 orang mengidap HIV/AIDS di kabupaten pemekaran dari Aceh Tengah itu.
Chaidir dari YPAP kepada portalsatu.com, Jumat, 14 April 2017, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh sejak beberapa tahun terakhir rutin melakukan sosialisasi anti-HIV untuk kalangan sekolah dan generasi muda di sejumlah kabupaten/kota.
Untuk tahun ini kita adakan di Bener Meriah yang baru saja selesai, acaranya digelar di Aula SMKN 1, dan selanjutnya akan kita sosialisasikan di Takengon, Aceh Tengah pada 18 sampai 20 April 2017 nanti, ujar Chaidir.
Chaidir mengatakan tujuan kegiatan itu untuk membentuk guru UKS menjadi peer Leader sebagai penyuluh di lingkungan sekolah, sehingga mampu memutuskan mata rantai penularan virus HIV/AIDS, pengaruh Narkoba dan LGBT. Pelatihan berisi sesi pre test, materi peer leader, HIV/AIDS dasar, stigma, LGBT, Narkoba, IMS, reproduksi dan diakhiri dengan RTL (Rencana Tindak lanjut).
Menurut Chaidir, kerja sama pihaknya dengan Bagian Program, Informasi dan Humas Dinas Pendidikan Aceh bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam menanggulangi HIV/AIDS, Narkoba dan maraknya perilaku LGBT.
Sampai saat ini di Aceh terdata 499 orang menderita HIV/AIDS, jumlah tersebut akan terus bertambah. Oleh sebab itu butuh perhatian serius dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar ke depan mata rantai penyebaran penyakit yang menyerang sistem imun manusia tersebut bisa diminimalisir, pungkasnya.[]