TERKINI
TAK BERKATEGORI

Aneh, Panyaluran Bantuan Untuk Fakir Miskin Berlarut-larut

LHOKSEUMAWE – Baitul Mal Lhokseumawe hingga kini belum menyalurkan bantuan konsumtif dan produktif tahap kedua bersumber dari dana zakat. “Sudah penghujung tahun, tapi belum disalurkan.…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 565×

LHOKSEUMAWE – Baitul Mal Lhokseumawe hingga kini belum menyalurkan bantuan konsumtif dan produktif tahap kedua bersumber dari dana zakat.

“Sudah penghujung tahun, tapi belum disalurkan. Jadwal penyalurannya terus berlarut-larut, ini sangat aneh. Sebagian calon penerima bantuan itu sudah beberapa kali ke Baitul Mal menanyakan hak mereka,” ujar satu sumber kepada portalsatu.com di Lhokseumawe, Rabu, 21 Desember 2016.

Untuk penyaluran tahap kedua, kata sumber itu, Baitul Mal Lhokseumawe mengalokasikan bantuan konsumtif Rp300 ribu per orang untuk 2.040 fakir miskin dari 68 gampong se-Lhokseumawe. Sedangkan bantuan produktif atau modal usaha Rp1 juta per orang untuk 300 pedagang kecil dari keluarga miskin.

“Bantuan rehab rumah katagori rehab ringan Rp4 juta per orang untuk ratusan rumah kaum dhuafa atau fakir miskin juga belum disalurkan,” kata sumber itu yang minta namanya tidak ditulis.

Kepala Baitul Mal Lhokseumawe Teungku Baihaqi dikonfirmasi portalsatu.com lewat telpon seluler, 17 Desember lalu, mengatakan, bantuan tahap kedua Rp300 ribu per orang untuk ribuan fakir miskin kemungkinan akan disalurkan, 19 Desember 2016. (Baca: Bantuan Untuk Ribuan Fakir Miskin Belum Disalurkan, Mengapa?)

Kenyataanya sampai hari ini bantuan itu belum disalurkan. Dikonfirmasi kembali, Teungku Baihaqi akrab disapa Teungku Boy mengatakan, bantuan tersebut belum disalurkan lantaran pihaknya harus mengubah surat keputusan (SK) terlebih dahulu. “Sekarang saya di kantor Inspektorat untuk konsultasi perubahan SK bantuan itu agar tidak terjadi kesalahan. Jadi, harus kita buat SK khusus,” ujarnya.

“Mungkin dalam minggu ini sudah bisa kita salurkan yang Rp300 ribu per orang itu. Bantuan modal usaha juga akan kita salurkan dalam bulan ini kalau sudah cair dana dari DPKAD. Dananya sedang diproses, tinggal dibuat SPM (Surat Perintah Membayar),” kata Teungku Boy lagi.

Menurut Teungku Boy, bantuan konsumtif dan produktif tahap kedua tahun 2016 yang akan disalurkan itu bersumber dari dana zakat tahun 2015. Sedangkan dana zakat tahun 2016 akan diperuntukkan untuk penyaluran bantuan tahun 2017. “Tahun ini dana zakat sekitar Rp7 miliar dan infak Rp1 miliar,” ujarnya.

Teungku Boy menyebut dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) saban tahun disetorkan ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) sebagai pendapatan asli daerah atau PAD. Artinya, untuk menyaluran bantuan kepada masyarakat bersumber dari dana zakat, Baitul Mal harus menunggu pencairan dana dari DPKAD.[](idg)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar